Posbekasi.com

Korban Teror Begal Bandung Raya Berjatuhan, Warga Dipersilakan Lakukan Perlawanan

Ilustrasi

BANDUNG, POSBEKASI.com — Korban aksi kejahatan jalanan dan pembegalan terus berjatuhan di kawasan Bandung Raya, memicu reaksi keras dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat. Menyikapi situasi darurat ini, Pemprov Jabar bersama Polda Jabar memperketat sistem pengamanan, mengaktifkan kembali siskamling hingga tingkat rukun tetangga, serta mempersilakan masyarakat melakukan perlawanan terukur terhadap pelaku begal.

“Sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jabar, secara teknis dan taktis. Saya usul, ada penempatan aparat bersenjata di titik-titik strategis. Ini jadi upaya untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Lonjakan kriminalitas ini juga direspons cepat oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan yang menyatakan dukungannya penuh terhadap kebijakan Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto dalam menindak tegas komplotan begal. Menurutnya, kesolidan Forkopimda sangat dibutuhkan untuk memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.

“Kalau Pak Kapolda sudah statemen seperti itu ya kami dukung. Ya kita kan Forkopimda harus kompak, harus bersama-sama tidak boleh kita saling membantah. Ya ketika Pak Kapolda menyatakan itu saya dukung penuh,” ujar Erwan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa jajarannya tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman kejahatan jalanan yang meresahkan warga. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, instruksi penindakan tegas dan terukur berlaku di lapangan, bahkan diberikan pula kepada masyarakat yang terancam keselamatan jiwanya.

“Perintah Kapolda tindak tegas dan terukur, jelas, dan tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan tadi itu ya tegas terukur, jangan sampai mati pelakunya bahasanya,” ucap Hendra.

Berdasarkan catatan resmi kepolisian, tercatat ada 19 kasus begal yang sempat viral di media sosial di berbagai wilayah Jawa Barat dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu kasus terbaru terjadi pada 19 Juli 2026 di kawasan Flyover Kopo, Kota Bandung, ketika seorang warga yang hendak berangkat kerja mendadak dipepet oleh pelaku bersenjata tajam.

Sementara, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi, menyampaikan, pihaknya berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan sepanjang periode Juli 2026, terdiri dari 8 kasus curanmor dan 7 kasus curas, dengan mengamankan 19 pelaku serta sejumlah barang bukti, termasuk 11 unit sepeda motor dan senjata tajam.

“Kami akan menjaga setiap jengkal Kota Bandung, serta meningkatkan patroli dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) bersama jajaran Polsek guna mengantisipasi kejahatan jalanan dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkapnya dikutip dalam  keterangannya, Kamis (23/7/2026). [rhs]

BEKASI TOP