Posbekasi.com

BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Bertekad Jadi Raja Nasional

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Posbekasi.com /Dokumentasi

“Kini, BLUD UPTD PALD Kota Bekasi punya kontrak dengan sejumlah perusahaan Nasional, misalnya PGN dan McDonald’s Indonesia”.

posBEKASI.com | BEKASI – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPTD PALD) milik Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, yang mengelola semua limbah domestik ini, ternyata sudah memiliki cita-cita menjadi perusahaan nasional.

Bahkan langkah langkah untuk mewujudkannya pun sudah dijalankan jauh-jauh hari. Dan dengan beraninya, tekad ini pun sudah dicanangkan dalam visi BLUD ini, yaitu, ‘Merajai Pengelolaan Air Limbah Nasional’.

Demikian seperti yang disampaikan oleh Andrea Sucipto Pimpinan BLUD UPTD PALD Kota Bekasi, dalam wawancara dengan tim dari Top Business.

Terus Disempurnakan

Saat ini, sebagai pembina BLUD UPTD PALD Kota Bekasi adalah Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam pidato pertamanya di Gedung DPRD Kota Bekasi, Tri Adhianto mengungkap sejumlah hal.

Visi Kota Bekasi yakni berikut ini: “Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera”. Kata ‘yang semakin’ menunjukkan semangat pembaruan menjadikan kondisi kota Bekasi yang lebih maju dari kondisi sebelumnya.

“Apa yang sudah baik, dilanjutkan, yang masih kurang, diperbaiki, yang belum tertangani diselesaikan dan yang belum sempurna disempurnakan,” kata Tri Adhianto.

Sementara itu, saat diwawancarai, orang nomor satu di BLUD itu yakni Andrea Sucipto, mengatakan bahwa selama ini BLUD kebanggaan masyarakat Kota Bekasi tersebut ternyata sudah banyak menerima kontrak dari perusahaan nasional dan beberapa BUMD dan Dinas dari beberapa kota di Indonesia.

“Saat ini kami sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan besar Nasional. Seperti, PGN (PT. Perusahaan Gas Negara Tbk), McD (McDonald’s Indonesia), Richeese (PT. Richeese Kuliner Indonesia), HokBen (Hokben Indonesia). Itu (kerja sama) untuk semua kantor yang ada di Indonesia. Untuk PGN ini semua kantor mereka. Ada 41 lokasi se-Indonesia,” terang Andrea dalam keterangannya diterima redaksi, Rabu (30/4/2025).

Dijelaskannya, langkah itu memang bagian dari mewujudkan visi tersebut. Karena pertama, kata dia, BLUD ini sudah berhasil memiliki branding yang kuat. Branding itu terbentuk lantaran adanya legalitas perizinannya yang kuat, ditopang pengolahan yang selama ini sudah teruji dan pelayanan yang prima, plus adanya integritas pelayanan yang tinggi.

“Kalau ini semua sudah dilalui, maka tinggal menikmati branding kita sendiri. Kenapa bisa dapat kontrak se-Indonesia? Ya, karena kita mengurus perizinan dulu. Kalau tidak seperti itu, ya susah,” ucapnya bangga.

Diketahui, tak hanya perusahaan Nasional itu saja yang sudah menjalin kerja sama dengan BLUD ini. Ternyata, sudah ada kerja sama dengan BLUD sejenis dari Provinsi Bali dan juga Lampung. Selain itu juga beberapa dinas, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang pernah berkunjung ke BLUD UPTD PALD Bekasi ini untuk studi banding.

“Jadi kami ini bukan hanya melayani masyarakat kota Bekasi, tapi juga melayani banyak korporasi di Indonesia,” ucapnya lagi.

Bahkan, dengan statusnya saat ini yang masih sebagai BLUD, dia sudah memiliki tekad jika dalam waktu tak lama lagi akan berubah menjadi BUMD. “Dengan branding kita yang kuat, bayangkan sudah banyak Perusahaan yang percaya kepada kami, sebuah unit (UPTD). Makanya dengan kinerja tersebut, kami sudah punya roadmap, tiga tahun lagi bisa menjadi BUMD,” tekadnya.

Pimpinan BLUD UPTD PALD Kota Bekasi, Andrea Sucipto. Posbekasi.com /Istimewa

Strategi KSO

Dengan kiprahnya selama ini yang sudah menorehkan tinta positif, tentu saja tak lepas dari strategi yang sudah diusungnya itu. Salah satu yang cukup kuat, dan dia mengakuinya, adalah menjalin kerjasama operasional atau KSO.

Dia sadar, dengan armada yang terbatas, maka agar bisa melayani seluruh masyarakat Kota Bekasi, maka langkah KSO itu sangat jitu. Namun dalam menjalankan KSO itu, pihaknya tetap selektif, yaitu dengan perusahaan sedot tinja yang sudah terverifikasi.

“Sehingga KSO-nya itu memang sedikit, akan tetapi yang sudah teregister di kami ada 147 sistem usaha. Cuma yang benar-benar dapat KSO dengan kita ya itu tadi, hanya tiga. Kenapa tiga? Karena yang tiga ini syaratnya betul-betul terverifikasi,” jelasnya.

“Karena untuk kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) itu ada juga yang belum terverifikasi. Sementara syaratnya itu harus sudah terverifikasi. Jadi yang belum itu bagaimana? Ya teman-teman yang lain itu nanti di bawah perusahaan yang sudah KSO dengan kami. Mereka bermitra. Jadi armada yang ada itu dari pihak lain, sehingga mereka hidup semua,” jelasnya lagi.

Dengan kondisi seperti itu, kata dia, perputaran uang di bisnis ini cukup tinggi. Seperti di tahun 2024 kemarin, dia mengungkap, ada perputaran uang sebanyak Rp47 miliar di bisnis ini, dan sebesar Rp9,8 miliar itu sebagai pendapatan dari BLUD UPTD PALD ini. Dengan begitu, Andrea menegaskan, tugas dari pemerintah untuk menciptakan sistem usaha yang baik, sudah terwujud dengan adanya KSO itu.

“Sementara untuk Silpa (surplus/Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) kami sebesar Rp6,8 miliar. Itu Silpa yang kami dapat di 2024. Atau keuntungan kita. Kalau di BUMD itu laba bersih,” tuturnya.

Pewarta/Editor: Riki

BEKASI TOP