Posbekasi.com

Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Kota Bekasi Susur Sungai Cileungsi dan Cikeas Ambil Sampel Uji Laboratorium

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) melakukan investigasi pencemaran di aliran Kali Bekasi pada Rabu, 22 Juli 2026. Posbekasi.com / Ist

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) melakukan investigasi lapangan terhadap dugaan pencemaran di aliran Kali Bekasi pada Rabu, 22 Juli 2026, menyusul temuan perubahan warna air sungai yang tampak hitam pekat di wilayah pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang merupakan hulu dari kali bekasi.

“Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, indikasi awal menunjukkan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu. Namun demikian, kami tetap melakukan verifikasi melalui pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk memastikan sumber pencemar secara ilmiah. Selama ini DLH Kota Bekasi juga terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan perbatasan serta di sepanjang sempadan Kali Bekasi guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih.

Kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh tim KP2C dan Pasukan Katak DLH Kota Bekasi dari hulu Sungai Cileungsi hingga masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Bogor mendapati indikasi pencemaran air, yang ditandai dengan adanya perubahan pada air Sungai Cileungsi yang berwarna hitam.

“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penelusuran lebih lanjut di sejumlah titik sepanjang aliran sungai, termasuk mengamati beberapa saluran pembuangan yang diduga berpotensi menjadi sumber masuknya air limbah ke badan air,” ujar perwakilan tim gabungan investigasi lapangan.

Sebagai bagian dari proses investigasi, UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi turut serta dalam kegiatan tersebut dengan melakukan pengambilan sampel air Sungai Cileungsi untuk dianalisis guna mengetahui kualitas air serta karakteristik dan parameter sumber pencemar.

“Sampel air yang telah diambil ini nantinya akan melalui tahap uji laboratorium yang ketat untuk mengetahui secara pasti kualitas air serta karakteristik serta parameter sumber pencemar Sungai Cileungsi,” ujar petugas teknis UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi.

DLH Kota Bekasi menegaskan bahwa investigasi akan terus dilanjutkan hingga sumber pencemaran dapat dipastikan, dan hasil uji laboratorium akan menjadi dasar langkah tindak lanjut termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait maupun instansi berwenang apabila sumber pencemaran berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi.

“Melalui kolaborasi dengan KP2C, kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan kualitas air sungai serta merespons secara cepat setiap laporan masyarakat demi menjaga kelestarian Kali Bekasi sebagai sumber daya air yang penting bagi masyarakat dan ekosistem,” ujar pihak DLH Kota Bekasi menutup keterangan.

 

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan

BEKASI TOP