Posbekasi.com

29 Sekolah Diterjang Banjir Bekasi, Kadisdik Jabar Kaji Opsi Pemindahan Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Wahyu Mijaya meninjau sekolah pascabanjir menerjang SMA Negeri 21 Pondok Gede Permai (PGP) Kota Bekasi, Jumat 7 Maret 2025. Posbekasi.com /Ist

posBEKASI.com | BEKASI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya, mengatakan 29 gedung sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi terdampak banjir besar, pada Selasa 4 Maret 2025, tidak ada kerusakan bangunan.

“Tak ada dampak kerusakan bangunan. Yang terdampak adalah sarana dan prasarana pembelajaran, seperti peralatan elektronik, meja, kursi, alat musik, dan alat pembelajaran lainnya. Saat ini kami sedang menginventarisasi seluruh kerusakan sarana dan prasarana,” ujar Wahyu saat meninjau SMA Negeri 21 Pondok Gede Permai (PGP) Kota Bekasi, Jumat 7 Maret 2025.

Dikatakannya, 29 sekolah yang diterjang banjir di Kota Bekasi ada 15 sekolah (5 SMA, 5 SMK, 5 SLB), di Kabupaten Bekasi terdapat 14 sekolah (4 SMA, 8 SMK, 2 SLB).

Disdik Jabar tengah melakukan pemetaan mana yang butuh penanganan secepatnya dan langkah mitigasi lainnya supaya aktivitas pembelajaran tidak terganggu.

“Saat ini, prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan siswa. Sehingga, jika sarana dan prasarana belum siap untuk melakukan pembelajaran di sekolah maka pembelajaran dilakukan di rumah,” katanya.

Berdasarkan Surat Edaran Bersama 3 Kementerian tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, tambah Kadisdik, saat ini (27 Februari sampai dengan 5 Maret 2025) para siswa melakukan pembelajaran dari rumah. Pihaknya akan mengevaluasi mana sekolah yang sudah siap melakukan pembelajaran di sekolah dan mana yang belum siap.

“Jika belum siap, pembelajaran akan dilakukan secara daring hingga kondisi sekolah benar-benar kondusif,” ungkapnya.

Kaji Pemindah Sekolah

Wahyu mengatakan dampak banjir ini membuat Disdik Jabar juga akan mengkaji dengan matang opsi alternatif memindahkan sekolah di tempat yang lebih aman dan tidak rawan banjir.

“Karena posisi lahan bangunan (sekolah ini) kita sewa, setelah ini kami coba cari lahan alternatif, tetap di kecamatan yang sama yang lebih aman. Mudah-mudahan kita bisa bangunkan (sekolah) agar siswa lebih nyaman ke depannya,” ungkap Wahyu didampingi Kepala Bidang PSMA, Awan Suparwana & Kepala Cadisdik Wilayah III, I Made Supriatna.

Selain meninjau SMA Negeri 21 Pondok Gede Permai, Wahyu juga melihat langsung sekola yang terdampak banjir, yakni SMAN 6 Bekasi, dan SMAN 2 Bekasi.

Selain itu, Kadisdik juga meninjau beberapa lahan yang memungkinkan untuk menjadi alternatif pemindahan sekolah.

BEKASI TOP