
posBEKASI.com | KAB.BEKASI – Mulai 1 Desember 2024 Layanan BisKita menggelinding di Kabupaten Bekasi, dengan uji coba angkutan umum massal tersebut dengan skema buy the service (BTS) berlangsung selama satu bulan.
Dalam tahap uji coba, BisKita akan melayani satu koridor dengan rute dari Perumahan Cinity Cikarang Utara menuju LRT Jabodebek di Bekasi Timur, melewati Tambun, Cibitung, Terminal, dan Stasiun Cikarang dan sebaliknya.
Rute ini merupakan salah satu dari tujuh koridor yang direncanakan, dengan melibatkan 15 unit BisKita. Selama masa uji coba, tarif yang diberlakukan Rp0 alias gratis.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, R. Yana Suyatna mengatakan Pemkab Bekasi bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kemenhub RI akan melaunching Bus Transwibawamukti (BisKita) pada 1 Desember 2024 mendatang.
“Jadi masyarakat bisa mencoba, untuk sementara koridor yang kita layani adalah koridor 1 karena harus integrasi dengan proyek strategis nasional jadi letaknya di stasiun LRT di Jatimulya Tambun Selatan, sampai ke Cinity. Nanti melalui jalan nasional, baik dari Tambun, Cibitung, Terminal, Stasiun Cikarang sampai ke Cinity dan sebaliknya,” jelas Yana dikutip dari keterangannya, Kamis (17/10/2024).
Mengenai unit atau bus yang disediakan, lanjut Yana Suyatna, ada 15 unit yang beroperasi. Masyarakat bisa menunggu di titik tersebut setiap 15 menit sekali.
“Jadi masyarakat akan diberikan kepastian, baik itu harga atau tarif maupun waktunya tidak akan menunggu lama, bahkan kita bisa melihat nanti diaplikasi kedatangan di halte jam berapa, jadi akan ada kepastian,” ungkapnya.
Mengenai tarifnya, di awal launching akan nol rupiah yang dibiayai Pemkab Bekasi sebanyak Rp15 miliar sampai Rp20 miliar, tetapi nantinya akan memakai subsidi, masyarakat membayar dengan dibantu Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Mungkin dalam waktu 1 tahun ya, anggaran tidak lagi Rp15-20 miliar lagi. Jadi nanti subsidi berbagi bayarnya dengan masyarakat, dan ini harganya sangat terjangkau antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu saja,” jelasnya.
Dia mengharapkan kehadiran bus ini akan berdampak mengurangi kemacetan di jalan raya. Karena satu armada bus bisa menampung sampai 40 penumpang.
“Dari ruas jalan tentu ini akan bisa lebih lenggang, apalagi dengan pertumbuhan masyarakat yang datang ke Kabupaten Bekasi di tahun mendatang ini bisa mengantisipasi kemacetan karena banyaknya kendaraan roda 2 dan roda 4,” pungkasnya. [yla]

