
posBEKASI.com | BEKASI – Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menguatkan kepekaan belajar sepanjang hayat dengan memanfaatkan semua kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat.
Program-program literasi di masyarakat bertujuan untuk membangun pengetahuan dan belajar bersama di masyarakat terus berdenyut dan berkelanjutan sesuai dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan budaya literasi masyarakat dapat dimulai dengan menanamkan minat membaca anak sejak dini. Membaca menjadi salah satu cara yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menambah pengetahuan maupun wawasan.
Budaya baca dimulai dari kebiasaan membaca dan kebiasaan membaca ini tidak dapat terlaksana tanpa tersedianya bahan bacaan, kemampuan membaca dan pembinaan kebiasaan membaca.
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Ar-Royan, di Desa Tambun, Kabupaten Bekasi, dijadikan mitra dalam pelaksanaan program pemberdayaan berbasis masyarakat. Profil mitra merupakan kelompok masyarakat sekolah yakni para guru dan murid TPA.TPA ini sudah berjalan mulai tahun 2010.
Tim pengabdian bekerja sama dengan kelompok masyarakat yakni guru dan murid TPA Ar-Royan untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Masyarakat.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan minat berliterasi sejak dini, sehingga seiring perkembangan usia mereka sudah terbiasa dengan membaca dengan kesadaran diri sendiri.
Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan adanya pembentukan sudut ruang baca, pengadaan koleksi buku bacaan dan variasi program kegiatan yang mendukung suasana berliterasi di lingkungan TPA Ar-Royan.
TPA Ar-Royan memiliki murid dengan rentang usia 3 -8 tahun dengan demikian kemampuan membaca anak pun beragam, ada yang sudah mampu membaca sehingga dapat menikmati buku bacaan yang disediakan, dan yang menjadi kendala bagaimana dengan anak yang belum dapat membaca?
Oleh karenanya, Fata Nidaul Khasanah selaku ketua pelaksanan kegiatan menginisiasi program mendongeng.
“Hal ini diupayakan dengan harapan melalui mendongeng anak-anak tetap dapat menerima manfaat dari pesan-pesan moral dari buku bacaan yang disediakan. Untuk mendukung kegiatan mendongeng tim pelaksanan menyerahkan beberapa boneka tangan dengan beragam karakter yang dapat dijadikan sebagai sarana mendongeng yang menyenangkan,” ungkap Fata.
Kegiatan mendongeng ini dimulai dari guru menceritakan kepada murid dan program selanjutnya nantinya akan memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar mendongeng di depan teman-temannya, hal ini bertujuan untuk melatih kepercayaan diri pada anak. Dan di akhir kegiatan dongen akan disampaikan pesan moral yang perlu diteladani dari kisah yang diceritakan.
Gagasan kegiatan ini diinisiasi oleh Fata Nidaul Khasanah, S.Kom., M.Eng. selaku ketua dan dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) melalui program pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun anggaran 2024.
Pada kegiatan ini melibatkan dosen lain sebagai anggota lintas program studi yakni Dr. Dhian Tyas Untari dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fina Zahra, S.Sn., MA dari Fakultas Ilmu Komunikasi.
Sebagai bentuk integrasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan MBKM berbasis IKU selain melibatkan dosen juga melibatkan peran aktif beberapa mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Bianca Salikha Ramadhani, Siti Nur Khofifah dan Daffa Khuzaimy Ghozali Rianah (koordinator guru TPA) menyampaikan, ucapan terima kasih atas bantuan fasilitas sarana prasarana dalam mendukung kegiatan literasi bagi siswa dan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran TPA.
Ika Suciati salah satu guru TPA menyatakan akan siap untuk mengimplementasikan kegiatan mendongeng dan memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana yang diberikan melalui Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. [rls]

