
posBEKASI.com | CIKARANG – Warga 42 desa tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Bekasi, semakin sulit mendapatkan air bersih akibat dampak kemarau berkepanjangan. Sementara suplai air dari Pemkab Bekasi juga masih dirasakan kurang.
Warga mempertanyakan peran legislatif di Kabupaten Bekasi seakan tidak peduli dengan kegundahan warga yang sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
“Belum muncul DPRD Kabupaten Bekasi membantu susahnya warga mendapat air bersih. Perlu juga ditegur keras agar mereka (DPRD Kabupaten Bekasi, red) paham kesusahan warga saat ini,” ungkap Rolif warga Cibarusah, Selasa 19 September 2023.
Selain itu kata Rolif, perlu juga diketuk empati Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik agar bersama seluruh pimpinan dan anggotanya turun ke dapil untuk menjajal dan cek langsung keberadaan warga yang susah payah mendapat air bersih.
“Kami ketuk empati Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, agar memiliki kepedulian saat masyarakat kesusahan. Jangan cuma hanya meminta dicoblos saja saat Pemilu nanti,” geramnya.
Terpisah, Darmin warga Kecamatan Setu, mempertanyakan tahukah DPRD Kabupaten Bekasi saat ini 42 desa tersebar di 9 kecamatan mengalami kekeringan hingga Pemkab Bekasi memperpanjang darurat bencana kekeringan.
“Jangan jangan mereka (DPRD Kabupaten Bekasi) tidak tahu atau tidak mau tahu, akan sulitnya masyarakat mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Perlu dipertanyakan, ada apa dengan DPRD Kabupaten Bekasi yang dirasakan tidak empati terhadap kesusahan masyarakat?,” tanya Darmin.
Sementara, Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bekasi, hingga Sabtu 16 September 2023, telah mendistribusikan 2.478.800 liter air untuk warga yang mengalami krisis air bersih. Bantuan juga diberikan dalam bentuk penampungan air (toren), jerigen air dan ribuan galon air mineral.
Untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian, Pemkab Bekasi berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta menambah debit air saluran irigasi, membangun long storage, membersihkan sungai, pipanisasi PDAM dan membuat sumur satelit.
BPBD mencatat, sedikitnya ada 119.959 jiwa atau 37.697 KK terdampak kekeringan yang tersebar di 42 desa di 9 kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Selain itu, 21.250 hektar lahan pertanian yang terdampak, di mana 3.615 hektar di antaranya masuk kategori lahan pertanian terancam.
Daerah terdampak kekeringan berada di empat kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, yakni Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru dan Cikarang Pusat.
Sedangkan lima kecamatan lain berada di wilayah utara, yakni Sukawangi, Babelan, Tarumajaya, Muaragembong dan Pebayuran.
Upaya masif dilakukan BPBD Kabupaten Bekasi untuk mengatasi dampak kekeringan. Berkolaborasi dengan Polres Metro Bekasi, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, PDAM Tirta Bhagasasi, PMI, Baznas, FPRB, Destana/Katana dan relawan kebencanaan. [yan]

