Bekasi Online

Dewan Smart City Kawal Program Kabupaten Bekasi “Makin Berani”

Perwakilan Dewan Smart City Kabupaten Bekasi dari kalangan akademisi, Riri Sadiana, M.Si. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.com | BANDUNG – CIKARANG SELATAN – Kabupaten Bekasi terpilih sebagai salah satu dari 50 kabupaten/kota di Indonesia yang difasilitasi Kementerian Kominfo RI dalam program menuju Smart City (Kota Cerdas).

Dari 514 kota/kabupaten di tanah air, ada 88 yang mengikuti asesmen. Dari jumlah itu, 50 kota/kabupaten diantaranya terpilih dalam program smart city, termasuk Kabupaten Bekasi.

Untuk mengawal dan memastikan program tersebut berjalan secara optimal, Pemkab Bekasi telah membentuk Dewan Smart City yang berasal dari unsur pimpinan perangkat daerah, akademisi, rektor hingga kalangan dunia usaha.

Perwakilan Dewan Smart City Kabupaten Bekasi dari kalangan akademisi, Riri Sadiana, M.Si mengatakan, Dewan Smart City mempunyai dua kerangka tugas, yakni ikut serta membuat visi smart city Kabupaten Bekasi dan monitoring serta evaluasi.

“Ketika pelaksana smart city itu berjalan tidak sesuai dengan visi atau masterplan yang sudah direncanakan, maka ada wewenang dari Dewan Smart City untuk meluruskan supaya on the track,” kata Riri di sela-sela acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Bekasi di Hotel Nuanza Hotel & Convention Cikarang Selatan, Senin 6 Juni 2022.

Riri mengatakan, masterplan smart city Kabupaten Bekasi yang saat ini sedang disusun, nantinya akan menjadi acuan roda pemerintahan, yang diamanahkan ada konsep smart city di dalamnya.

Di tahap pertama penyusunan masterplan smart city, kata Riri, selain visi juga ada quick win (program unggulan) yang disesuaikan dengan permasalahan di Kabupaten Bekasi, termasuk solusi dan inovasinya. Dewan smart city akan membantu ketika ada permasalahan atau hambatan yang terjadi.

“Sebagai contoh, ketika ada program Kali Bersih atau sungai kotor di Kabupaten Bekasi, inovasi apa yang akan dilakukan, solusi tepat untuk mengatasi kotornya sungai, teknologi apa yang diperlukan kalau ada, kalaupun tidak ada juga tidak masalah, karena sebenarnya smart city itu kata kuncinya bukan pada teknologinya, tapi pada inovasinya,” ujarnya.

Riri berharap, program smart city di Kabupaten Bekasi dapat dilaunching pada tahun 2022 ini, setelah masterplannya selesai disusun.

“Mudah-mudahan dengan diterapkannya program smart city, kinerja dan pelayanan Pemerintah Kabupaten Bekasi lebih optimal, sekaligus mendukung tagline Kabupaten Bekasi Makin Berani,” tandasnya.[GHA]

BEKASI TOP