
POSBEKASI.com | BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, memantau antrian warga yang mengurus beberapa kebutuhan pelayanan sosial, Senin 27 Desember 2021.
Dinas Sosial Kota Bekasi melayani beberapa kebutuhan warga, di antaranya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), izin yayasan, konsultasi mengenai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan pembinaan orang terlantar.
Rahmat menghampiri beberapa warga yang sedang mengantri dan mengajak masyarakat berbincang-bincang. Wali Kota Bekasi menanyakan kebutuhan masyarakat. Bang Pepen, sapaan akrabnya, terlihat mengambil pulpen lalu langsung menandatangani berkas. Ia meminta Pegawai Dinas Sosial untuk menyegerakan kebutuhan warga itu.
Beberapa warga yang ditemui oleh Rahmat sedang mengurus SKTM untuk digunakan dalam mengajukan Layanan Kesehatan Masyarakat Berbasis NIK (LKM NIK).

Dalam sidak mendadaknya ini, Rahmat langsung memberikan tanda tangan supaya langsung dapat segera digunakan ke Rumah Sakit agar biaya berobat ter-cover di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.
Selain itu, warga tampak mengajukan permohonan izin yayasan. Sesuai aturan, yayasan yang ada di Kota Bekasi harus memiliki payung hukum.
Pasien RSUD Antri
Sementara, pantauan Posbekasi.com, Selasa 28 Desember 2021,di layanan kesehatan Gedung E RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Jalan Mayor Oking, terjadi antrian.
Tumpukan pendaftaran berobat menjadikan antrian hingga bisa mencapai dua jam lebih itu dirasakan masyarakat yang ingin berobat.
“Ya Alhamdulillah lah, bisa sampai dua jam lebih baru di panggil. Saya datang jam 08:00 sampai jam 10:00 ini belum dipanggil,” kata seorang pria paruh baya yang tengah mengantar orangtuanya yang sudah lanjut usia (lansia) duduk di kursi roda untuk keperluan therapy menggunakan BPJS Kesehatan berbayarnya.

Sementara, seorang pasien juga menyatakan kesabarannya yang harus mendapat pelayanan di RSUD Kota Bekasi.
“Setiap kali kemari (RSIUD) bisa lebih dua jam antri. Harus banyak bersabar biar penyakit tidak semakin banyak,” kata seorang bapak yang seminggu dua kali berobat ke RSUD Kota Bekasi menggunakan BPJS Kesehatan berbayarnya.
Begitu juga terlihat banyak pasien dan pengantar pasien yang memenuhi ruangan. Bahkan kursi yang tersedia tak mampu menampung, membuat sebagian harus berdiri berjam-jam dan ada yang memanfaatkan duduk di anak tangga ke lantai dua di sebelah lobby pendaftaran
Hal serupa di lantai dua Gedung E RSUD Kota Bekasi, terlihat pasien dan pengantar memadai ruang tunggu.
Hingga berita ini diturunkan antrian di bagian pendaftaran masih terjadi, dan pihak RSUD Kota Bekasi belum dapat dikonfirmasi.[REL/ISH/SFN]

