
Tanah longsor terjadi diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sejak sepekan terakhir disertai kondisi tanah yang labil. Awal mulanya tanah di lokasi kejadian retak, semakin diperparah dengan hujan yang terus-menerus hingga puncaknya pada Sabtu (17/4/2021) malam pukul 21.45 tanah amblas menyebabkan belasan rumah warga rusak berat.
“Laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun sedikitnya 15 rumah warga rusak berat dan 5 rumah rusak ringan, sementara 15 kepala keluarga terdampak dan 56 orang mengungsi ke rumah kerabat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya, Senin (19/4/2021).
KLIK : Longsor Area Wisata Kuliner Rawa Tembaga Akibat Konstruksi Turap Sudah Berusia 20 Tahun
Sementara, BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kaupaten Bekasi, Perangkat Desa dan Kecamatan setempat guna melakukan pendataan serta evakuasi dilokasi kejadian sekaligus penyaluran bantuan korban terdampak.
“Kondisi terkini pada Senin (19/4/2021) siang, wilayah tersebut masih rawan dikarenakan tanah masih bergerak. Warga diminta tetap waspada dan siaga apabila terjadi bencana susulan,” kata Raditya Jati.[SFN]

