Puluhan Buruh Bopong Keranda Mati Tuntut Perusahaan Massindo Karya Prima

Puluhan buruh tergabung dalam PPMI membawa keranda mati menuntut hak buruh di depan gerbang PT MKP, di Jalan Balai Rotan, Pangkalan V, Cikiwul, Bantar Gebang, Bekasi Kota, Kamis (23/7/2020).[POSBEKASI.COM/Riki]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Puluhan Serikat Buruh tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melakukan aksi demonstrasi menuntut PT Massindo Karya Prima (MKP) memberikan hak buruh di Jalan Balai Rotan, Pangkalan V, RT02/05 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi Kota, Kamis (23/7/2020).

Aksi digelar karena sampai satu bulan setengah tuntutan para buruh belum mendapat respon dari management PT MKP yang merupakan perusahaan pembuatan spring bed.

Para serikat Buruh PPMI dengan berdiri di depan pintu gerbang PT MKP membopong keranda mati bertuliskan “Matinya Hati Management PT Massindo Karya Prima”.

“Aksi ini digelar karena perusahaan melakukan PHK sepihak tanpa memberikan hak pesangon, pemotongan upah 50 persen tanpa kesepakatan ,pembayaran THR separuh tanpa kesepakatan,” kata Ketua DPC PPMI Kota Bekasi, Ansor di lokasi aksi damai tersebut.

Lebih lanjut Ansori menyatakan perusahan melakukan PHK terhadap karyawan tanpa menjalankan pasal 151 ayat 1,2 dan 3 dan isi pasal 155 ayat 1,2 dan 3 UU nomor 13 tahun 2003.

“Kami berharap Pemerintah Kota Bekasi bisa menegakkan UU Ketenagakerjaan yang di langgar oleh perusahan perusahan yang ada di Kota Bekasi khususnya PT MKP ini,” terang Ansor.

Dikatakan Ansor, Disnaker Kota Bekasi dinilainya tidak greget dalam mengeluarkan surat penegasan ke PT MKP terkait isi pasal 151 dan isi pasal 155 yang ada di UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, sehingga perusahaan melakukan PHK sepihak,” tandasnya.

Sementara, posbekasi.com yang  mengkonfirmasi kepada management PT MKP, oleh pihak keamanan (security)  perusahaan tersebut menyatakan tidak berada di tempat.[RIK]

Pin It

Comments are closed.