Muncul Klaster Unilever, Bupati Bekasi Perketat Kawasan Industri.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memimpin Rapat Evaluasi Gugus Tugas Covid-19 bersama Forkopimda, di Kantor Bupati Bekasi Sukamahi Cikarang Pusat (2/7/2020). [POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menginstruksikan pengelola kawasan memperhatikan protokol kesehatan di perusahaan menyusul adanya klaster Covid-19 di PT Unilever Savoury Factory.

Menurutnya, kawasan industri akan diperketat. Sejak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal pemerintah daerah telah menekan agar seluruh perusahan mengedepankan protokol kesehatan.

Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang mempunyai Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, jika Covid-19 menginfeksi buruh maka akan sangat berdampak, oleh karenanya Eka mengintruksikan perangkat daerah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di segala sektor termasuk juga berkerja sama dengan seluruh pihak agar Covid-19 bisa dikendalikan.

Eka menambahkan, untuk produk yang dihasilkan  PT Unilever sejauh ini aman dan tidak terkontaminasi berdasarkan pengecekan tim kesehatan.

“Hanya saja memang untuk saat ini perusahaan tidak boleh beroperasi hingga virus tertangani,” katanya di Cikarang, Jumat (3/7).

Ia menyampaikan, Gugus Tugas juga masih melacak siapa pembawa virus corona di perusahaan tersebut dan darimana mata rantai penyebarannya.

Sementara Klaster Unilever membuat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali melonjak setelah sebelumnya stagnan, saat ini menjadi 284 kasus dengan 224 sembuh dan 20 meninggal. Sedangkan total kasus aktif berjumlah 40 kasus, 22 tengah menjani perawatan di rumah sakit dan 18 mengisolasi secara mandiri. **

Sumber : Dakta.com

Pin It

Comments are closed.