Walikota Inginkan Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi Setinggi Capitol Amerika

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat acara silaturahmi lintas agama dihadiri ribuan masyarakat di Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi, Sabtu (6/7/2019).[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Ribuan masyarakat Kota Bekasi dari berbgai elemen berkomitmen menjaga kesatuan bangsa di bawah NKRI dengan duduk bersama dan mengeliling Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi, Sabtu (6/7/2019).

Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Dandim 0507/Bekasi Letkol Arm Abdi Wirawan, bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda menghadiri kegiatan tersebut.

Alun Alun Kota Bekasi menjadi saksi digelarnya silaturahmi ini selepas peserta Demokrasi, Pemilu 2019 lalu dan pasti akan muncul perbedaan dalam pilihan.

“Sudah tidak ada lagi perbedaan pilihan pada Pemilu 2019 lalu.  Sudah tidak ada nomor satu atau nomor dua. Yang ada sekarang dalam lima jari, salam pengendalian untuk bersama membangun Kota Bekasi dan semata menyejahterakan masyarakatnya,” kata Rahmat Effendi.

Rahmat Effendi mengatakan Tugu Perjuangan Rakyat Bekasi ini banyak historikal di dalamnya demi menguatkan komitmen bersama merajut kedamaian dan menjalin persatuan di Kota Bekasi.

“Menjadi tugas kita bersama merawat dan menjaga bukti sejarah perjuangan bangsa dan anak Kota Bekasi. Saya ingin monumen ini diperbagus dan ditinggikan hingga 5 meter seperti tugu Capitol di Amerika,” katanya.

Diketahui, Pembuatan monumen ini diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam rangka memperingati HUT Ke-10 Republik Indonesia dan HUT Ke-5 Kabupaten Bekasi diresmikan pada 5 Juli 1955.

Pembuatannya berkaitan dengan beberapa peristiwa yang terjadi di Bekasi di antaranya peristiwa bulan Agustus 1945 dan peristiwa awal Februari 1950

Peristiwa ketiga berkaitan dengan berdirinya Kabupaten Bekasi yang mandiri. Pendirian itu bermula dari rapat umum di Alun Alun Bekasi yang dihadiri elemen tokoh dan masyarakat Bekasi, termasuk ulama-pejuang KH.Noer Ali. Rapat yang menghasilkan “Resolusi Rakyat Bekasi” itu dibawa Panitia Amanat Rakyat Bekasi ke Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat (RIS) cum Wakil Presiden RI Mohammad Hatta.

Pemerintah pusat mengabulkan permintaan warga Bekasi. Daerah Bekasi yang tadinya merupakan bagian dari Kabupaten Jatinegara sejak itu berubah jadi Kabupaten Bekasi dengan “payung” Undang-Undang Nomor 14 tahun 1950 tertanggal 15 Agustus 1950. Tanggal itu lalu dijadikan hari lahir Pemkab Bekasi.[ISH/POB]

Pin It