Posbekasi.com

Pansus IV Soroti Kesenjangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Jawa Barat

Wakil Ketua Pansus IV DPRD Jabar Yod Mintaraga saat memimpin Rapat Pansus IV DPRD Jabar dengan Dinkes Jabar, Pimpinan RSUD Jabar, IDI Jabar, dan BPJS Wilayah Jabar di Gedung DPRD Jabar, Jumat (28/6/2019).[IST]
POSBEKASI.COM | BANDUNG – Wakil Ketua Pansus IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Yod Mintaraga menyatakan jumlah tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis di Jabar merupakan 25 persen dari total jumlah tenaga medis di Indonesia.

Namun jumlah tersebut, nyatanya belum mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Jabar.

Kesenjangan jumlah tenaga medis di beberapa daerah di Jabar menjadi salah satu faktor, pelayanan kesehatan belum berjalan optimal.

“Saya memohon dinas kesehatan mampu membuat terobosan mengatur tentang kesenjangan tenaga medis di daerah-daerah terpencil di Jabar,” ungkapnya di Gedung DPRD Jabar, Senin (1/7/2019).

Ia menambahkan, permasalahan terkait kesenjangan jumlah dokter di daerah di Jabar sudah terjadi sejak lama. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemprov Jabar untuk segera melakukan langkah strategis guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Jabar itu tidak kekurangan dokter seperempat dari jumlah dokter di Indonesia ada di Jabar, tetapi adanya kesenjangan jumlah dokter spesialis di kabupaten/kota. Ini akan kita coba mengatur hal ini dalam perda, sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan terkait kekurangan dokter spesialis,” ujarnya.

Sampai saat ini, Pansus IV DPRD Jabar telah melakukan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Kesehatan dengan melibatkan stakeholder terkait diantaranya Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jawa Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Pakar dan Praktisi Kesehatan, serta unsur pendukung lainnya.[REL/POB]

BEKASI TOP