
TASIKMALAYA, POSBEKASI.com — Kanwil DJBC Jawa Barat memperkuat sinergi pemberantasan barang kena cukai ilegal melalui sosialisasi tatap muka bertajuk “Gempur Rokok Ilegal” di Hotel Horizon Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menyasar para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat guna memberikan pemahaman mendalam mengenai regulasi cukai dan dampaknya terhadap stabilitas industri tembakau nasional.
‘Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi antara regulator dan pelaku sektor hulu tembakau dalam menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Barat,” ujar Sekretaris Satpol PP Jawa Barat, Sandra Rahman, saat membuka acara.
Dalam pemaparannya, Bea Cukai menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri rokok ilegal dan memahami bagaimana peredarannya merugikan penerimaan negara. Materi yang disampaikan mencakup aspek teknis ketentuan cukai hingga dampak sistemik rokok ilegal yang dapat mengancam keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) yang legal dan patuh aturan.
“Kami mengedukasi peserta mengenai ciri fisik rokok ilegal agar mereka mampu membedakan produk yang memenuhi ketentuan dan yang tidak, karena kebocoran penerimaan negara dari sektor ini sangat signifikan,” ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat, Jerry Kurniawan.
Diskusi berlangsung interaktif saat pihak APTI Jawa Barat menyuarakan aspirasi mengenai optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Para petani berharap pemanfaatan dana tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, terutama melalui pembangunan infrastruktur pendukung industri di tingkat lokal.
“Harapan kami program DBHCHT memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani, salah satunya melalui pembentukan Sentra Industri Hasil Tembakau di Jawa Barat sebagai wadah hilirisasi produk kami,” tutur Ketua DPD APTI Jawa Barat, Sambas.
Melalui kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Satpol PP, Polda Jabar, dan Dinas Pertanian ini, Bea Cukai Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menekan angka rokok ilegal, tetapi juga menciptakan ekosistem industri tembakau yang sehat dan menguntungkan bagi seluruh mata rantai produksi.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan memastikan edukasi ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat demi tegaknya aturan di bidang cukai,” pungkas perwakilan Bea Cukai Jawa Barat dalam sesi penutup. [amh]

