MUI Tegaskan Kota Bekasi Bukan ‘Ladangnya’ Teroris

Densus 88 membawa barang bukti yang diduga bahan peledak dari dalam konter HP Wanky Cell.[DAK]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Akhir-akhir ini isu terorisme kembali ramai usai tim Densus 88 Anti-teror yang gencar melakukan pengerebekan khususnya di wilayah Bekasi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menghimbau kepada masyarakat untuk menyikapi kejadian penangkapan terduga teroris tidak terburu-buru memvonis mereka sebagai teroris atau radikalisme.

“Namanya juga praduga, jangan dulu dianggap teroris karena belum tentu mengarah kepada tindakan terorisme. Perlu hati-hati juga jangan sampai menduga orang Islam dianggap teroris dan radikal,” ucap Wakil Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Sukandar Ghazali kepada Dakta, Kamis (9/5/2019).

Ia menegaskan jika ada anggapan bahwa Kota Bekasi sebagai tempat berkumpulnya para terorisme itu adalah salah besar.

“Cukup prihatin bila Kota Bekasi menjadi semacam tempat yang seakan-akan kumpulnya orang yang dianggap teroris dan radikal,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini MUI Kota Bekasi sudah koordinasi dengan ormas-ormas dan pihak keamanan bahwa tidak ada warga Kota Bekasi yang mengarah ke tindakan terorisme atau radikalisme.

“Saya yakin kalau orang asli Bekasi tidak ada yang mengarah pada pemahaman tindakan terorisme. Hanya kebetulan orang yang sedang dicari Densus 88 berada di Kota Bekasi dan bukan asli orang Bekasi,” tegasnya.

Sukandar melihat, penangkapan terduga teroris sebagai pengalihan isu terkait banyaknya petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal di wilayah Bekasi.

“Seperti pengalihan isu dari 40 orang meninggal dari pelaksanaan Pilpres kemarin di Kota Bekasi. Bila itu diduga teroris silahkan itu ranahnya polisi tapi jangan terlalu diarahkan seakan-akan Kota Bekasi tempatnya atau lumbungnya teroris, saya tidak terima bila ada pengalihan isu ke arah sana yang membuat Kota Bekasi seperti itu,” jelasnya.[DAK]

Pin It