Jatanras Polda Metro Tembak Sopir Taksi Online Perampok Wanita Pondok Melati

Polisi tembak pelaku kejahatan.[DOK]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Sopir taksi online, NZ,26 tahun, pelaku penganiayaan dan perampokan terhadap penumpangnya seorang wanita GK,27 tahun, ditembak polisi di Rest Area KM39 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 16 Maret 2019 dinihari.

Korban dirampok dan dianiaya saat dalam perjalanan pulang di gerbang keluar Tol Jatiwarna RT03/11, Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jumat 15 Maret 2019, ditembak polisi di Rest Area KM39 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 16 Maret 2019 dinihari.

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melumpuhkan sopir taksi online itu dengan tembakan sebutir peluru bersarang di bagian kakinya ketika berusaha melarikan diri dari penangkapan.

“Pelaku sudah diamankan, karena sempat melawan dan mau melarikan diri petugas melakukan tindakan terukur dengan menembak kaki pelaku dan saat ini tersangka menjalani perawatan di RS Polri Sukamtom,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa 19 Maret 2019.

KLIK : Empat Pelaku Curamor Diringkus Saat Menjual Motor Curian di Lotte Mart

Menurut Kombes Argo, perampokan itu terjadi ketika korban memesan taksi online dvri Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, menuju rumahnya di Komplek Perumahan Akasia Blok B6, Jatiwarna, Bekasi. Sesampainya di pintu keluar Tol Jatiwarna, tersangka mengeluarkan cutter yang sudah ada di dalam mobil dan meminta korban menyerahkan barang milik korban.

“Korban tidak mau memberikan, lalu tersangka menusukkan pisau cutter ke bagian paha, tangan dan wajah korban hingga terluka. Akhirnya korban memberikan jam tangan, handphone, dan uang Rp104.000,” ugkapnya.

Tidak sampai disitu, pelaku meminta korban mengambil uang di ATM milik korban tapi korban menolaknya.  Karena diancam akan dibunuh, korban menuruti kemauan tersangka dan sesampai di Alfamart di daerah Bintara, korban menuju ke ATM dengan tersangka memegangi tangan korban dan luka yang ada di bagian wajah ditutup oleh kerudung milik korban.

“Di ATM tersangka berhasil mengambil paksa uang milik korban Rp4,4 juta. Kemudian tersangka mengantar korban ke RS Pondok Kopi. Setelah korban turun, pelaku langsung melarikan diri,” terang Argo.[COK/POB]

Pin It