Human Trafficking, Emil:  Jangan Mau Iming Gaji Fantastis

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua TP PKK Atalia Kamil pada acara Japri, di Gedung Sate Bandung, Kamis 10 Januari 2019.[IST]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Cegah Human Trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berpesan agar masyarakat tidak tergiur iming-iming pekerjaan dengan gaji fantastis.

“Kepada para perempuan, kalau ada yang mengiming-imingi dengan pekerjaan yang terlihat fantastis gajinya, kudu curiga. Karena di dunia ini tidak mungkin mendapatkan pendapatan yang luar biasa tanpa sebuah skill apa-apa, pasti ada apa-apa,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat menjadi narasumber pada program Japri (Jabar Punya Informasi) di halaman belakang Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 10 Januari 2019.

“Apalagi kalau sampai mau dipindahkan jauh dari kampung halaman. Dua poin itu saja,” tambahnya.

Baru-baru ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Polda Jabar menjemput tiga orang anak perempuan korban trafficking dari Nabire, Papua, Jumat 4 Januari 2019. Dua korban berusia 15 tahun dan seorang berusia 18 tahun yang semuanya adalah warga Jawa Barat, berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Penjemputan ini bermula dari laporan orangtua dari dua orang korban ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat pada 21 Desember 2018, mengenai keberadaan anaknya di Nabire, Papua. LPA Jabar kemudian berkoordinasi dengan Pemdakot Bandung dan Pemdaprov Jawa Barat mengenai informasi tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung dan Polres Nabire, pada 31 Desember 2018 ketiga korban berhasil diamankan untuk segera dibawa pulang ke Jawa Barat.

KLIK : Ulama dan Guru Jabar English for West Java

Ketiga korban mendapatkan penanganan (treatment) terlebih dahulu sebelum kembali ke daerah dan keluarga masing-masing oleh DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Pemulangan ketiga korban trafficking serta rangkaian penanganan setelah mereka tiba di Bandung merupakan hasil kolaborasi antara DP3AKB Provinsi Jawa Barat, DP3APM Kota Bandung, DP2KBP3A Kabupaten Bandung, UPT P2TP2A Kota Bandung, Polda Jawa Barat, LPA Jawa Barat, dan Jabar Bergerak.

Menurut Gubernur Emil, kasus human trafficking tersebut terjadi karena faktor ekonomi. Selain itu, kurangnya pengetahuan para korban menjadi faktor lain terjadinya perdagangan orang.

“Kalau kita lihat kasus human trafficking kita lihat pertamanya ada iming-iming ekonomi. Tanpa diketahui bahwa mereka juga diperbudak secara seksual, sesuatu yang mengerikan dan mengkhawatirkan,” ujar Emil.[POB]

Pin It

Comments are closed.