Posbekasi.com

Road Safety: Manusia dan Kemanusiaanya [Bagian II-selesai]

Road Safety

POSBEKASI.COM – Oleh: Chryshnanda DL

Bagaimana mengatasi situasi emergency ini dengan cepat dan tepat? Manajemen emergency akan menjadi model jawabannya. Dengan demikian untuk mewujudkan lalu lintas yang aman selamat, tertib, dan lancar, dilakukan manajemen kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan dan emergency.

Cara memanage yang manual, parsial dan konvensional, akan sulit memberikan pelayanan prima. Di samping itu, potensi penyimpangan dan penyalahgunaanya juga besar, bahkan dapat kontra produktif dengan apa yang menjadi fokus road safety bagi manusia yang semakin manusiawi atau meningkatnya kualitas hidup manusia.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, maka sistem-sistem elektronik yang online atau terhubung dan mampu terintegrasi dan membangun big data yang dapat dianalisa atau dihubung-hubungkan dikonstruksi untuk melihat sesuatu yang menjadi prediksi, trend sehingga dapat ditemukan solusi sebagai antisipasinya.

Sistem on line secar aelektronik dalam mendukung road safety dapat dipahami sebagai it for road safety. Sistem itu di era digital adalah sistem inputing data yang dianalisa dan menghasilkan produk serta saling terhubung dalam jejaring. Untuk melandasi dan mewadahinya diperlukan back office sebagai pusat data, sistem aplikasi dan sistem jaringan yang mrnjadi pengintegrasi.

It for road safety akan bekerja dengan baik tatkala ada divisi-divisi yang menjadi bagian struktur atau stratifikasi dari pusat regional dan lokal. Disinilah, seringkali data saling berebut sistem birokrasi yang ada sekarang, birokrasi korup karena yang dipikirkan hanyalah kewenangan, kekuasaan, bukan bagaimana meningkatakkan kualitas hidup masyarakat yang dilayani.

Dengan it for road safety, saatnya membubarkan birokrasi korup ini dan menggeser core value dari kekuasaan dan kewenangan menjadi kinerja. Birokrasi korup akan sarat seremonial kepura-puraan, tidak tulus, bahkan kinerjanyapun nol orientasi bukan pada road safety tetapi bagaimana mengolah potensi-potensi sumber daya yang ada demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Birokrasi korup, memang sudah menggurita dan memgakar kemana-mana, namun tatkala dengan it for road safety maka akan tercabutlah dari akar-akarnya. It for road safety dapat dibaca pada artikel lain, intinya ada TMC (traffic manajemen centre) yang memdukung road safety management sebagai Pusat K3i (komunikasi, kodal, koordinasi dan informasi).

Pendukung safer road ada pada SSC(safety and security centre), pendukung safer vehicle ada pada ERI (electronic registration and identification), pendukung safer road users ada pada SDC (safety driving centre), dan pendukung post crash care ada pada Intan (intellegence traffic analysis).

Dikaitkan, SSC, ERI, dengan SDC dapat dibangun Tar (traffic attitude record) dan de merit point system. Kesemuanya, akan dimanage secara elektronik yang terhubung dalam smart management yang diawaki oleh cyber cops.

KLIK : Road Safety: Manusia dan Kemanusiaanya [Bagian I]

Sistem-sistem inilah yang akan mampu memonitor dan melayani secara on time real time yang mampu memberi informasi komunikasi dan solusi.

Itu bukan tujuan, melainkan cara atau alat dukung. Tujuan road safety adalah increase quality of life. Potret road safety dapat ditunjukkan tingkat keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kepatuhannya. Inilah jawaban lalu lintas sebagai refleksi budaya bangsa dan refleksi tingkat modernitas.

Birokrasi, adalah wadah implementasi road safety yang mampu meningkatkan kualitas hidup manusia. Tatkala birokasi masih mengagungkan korup lagi-lagi menjadi biang terhambatnya meningkatnya kualitas hidup manusia.

It for road safety menjadi bancakkan kemanusiaqn terbaikan. Mereformasi birokrasi yang korup satu-satunya jalan dengan it, tanpa it maka pelayanan prima sulit diwujudkan.

Road safety for humanity. Manusia dan kemanusiaan ini akan terwujud tatkala perebutan kewenangan dan kekuasaan dlm birokrasi tidak lagi terjadi.

Pendekatan kinerja prestasi pelayanan kemanusiaan yang menjadi core valuenya. Orientasi kerja dan gaji akan mengikis sistem PGPS (pinter goblok pemghasilan sama).[]

BEKASI TOP