Ini Adegan Sadis HS Melinggis Leher Diperum dan Maya

Pada adegan ke 17 HS melinggis leher Diperum Nainggolan kemudian dilanjutkan melinggis leher istri korban, pada prarekonstruksi yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Senin 19 Nopember 2018.[COK]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga, Haris Simamora (HS),23 tahun, memperagakan aksi kejinya membunuhan Diperum Nainggolan bersama istri dan kedua anaknya.

Pada prarekonstruksi pembunuhan sadis itu digelar Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota di Mapolda Metro Jaya, Senin 19 Nopember 2018.

Dalam aksi tunggalnya, HS memperagakan 35 adegan dari total 57 adegan yang diperankannya langsung dihadapan penyidik.

Agenda prarekonstruksi tersebut di pimpin langsung Kanit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Malvino Edward, mengatakan HS memerankan adegan mulai dari kedatangannya ke kediaman Diperum hingga aksinya membunuh keempat korban.

Menurut Malvino, kedatangan HS ke rumah korban di Jalan Bojong Nangka II, RT02/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 13 Nopember 2018  malam.

Korban bersama istrinya Maya boru Ambarita menyambut HS yang memang masih kerabat korban tanpa rasa curiga bahwa HS akan menghabisi mereka.

“HS sempat ngobrol-ngobrol bersama Diperum dan Maya di ruang tamu sambil nonton televisi. Saat ngobrol, HS mendengar perkataan tidak enak dari Diperum yang berbincang dengan Maya,” kata Malvino disela-sela prarekonstruksi.

Dimana, Diperum berbicang dengan istrinya bila HS ingin menginap di rumah mereka, merasa tidak enak dengan abangnya, Douglas Nainggolan pemilik rumah yang tidak setuju atas kehadiran HS.

KLIK : Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ditangkap di Garut

“Saat itu didengar obrolan Diperum dan Maya berkata terserah mau nginep atau tidak soalnya kita cuma numpang disini. Diperum ngobrol sama Maya, sudah tahu kamu kalau nginep disini abang saya tidak suka,” tambahnya.

Mendengar itu, HS sontak emosi dan membuncah ketika iperum berkata dalam bahasa Batak menyebut HS seperti sampah dan pantas untuk tidur di belakang.

“Diperum bicara dalam bahasa daerah (Batak) kepada HS, kamu tidur ke belakang saja, kayak sampah kamu,” terang Malvino.

Emosi HS semakin memuncak dan timbul niat  jahatnya untuk menghabisi pasangan suami istri tersebut dengan pergi ke belakang mengambil linggis yang berada di dapur tepatnya di kotak perkakas yang berada di bawa westafel.

Setelah mengenggam linggis, HS kembali ke ruang tamu dan tanpa menunggu waktu langsung memukul kepala Diperum dan Maya, hingga keduanya langsung tergeletak. Tak sampai disitu, HS menusuk leher Maya dengan ujung linggis dan kembali memukul kepala Diperum.

Aksi pelinggisan itu diperagakan HS pada adegan ke 11 sampai 17. Dimana, adegan ke 11, tersangka HS memukul keras 1 kali kepala bagian atas kepala Daperum. Adegan ke 12, korban terjatuh.  Adegan ke 13, Maya sempet terbangun dan HS kembali memukul kepalanya. Adegan ke 14, Maya sadar dan terbangun kemudian kembali disambut dengan 2 kali pukulan di kepala Maya dengan linggis.

“Diadegan ke 15, kedua korban sudah tidak bergerak. Tapi HS kembi memukul kepala Daperum sebanyak dua kali. Pada adegan ke 16, HS melakukan penusukan ke leher Daperum sebanyak 3 tusukan hingga mengeluarkan darah. Selanjutnya, adegan ke 17, HS juga menusuk leher Maya tiga kali, hingga keduanya sama sekali tidak bergerak,” terang Malvino.

KLIK : Akhirnya HS Mengaku Membunuh Nainggolan dan Keluarga dengan Linggis

Sampai adegan HS menghabisi kedua korban prarekonstruksi berhenti. Untuk adegan seladegan njutnya hingga ke adegan 57, bagaimana HS menghabisi dua anak korban, SN,9 tahun, dan AN,7 tahun, serta melarikan diri dengan membawa kabur mobil Nissan X-Trail nomor polisi B 1075 UOG dan dua handphone korban, hingga HS ditangkap di saat hendak bersembunyi di Gunung Guntur, Garut.

“Ini baru prarekonstruksi, artinya bahwa nanti dari penyidik akan membuat beberapa agenda berkaitan daripada si pelaku dan beberapa dari saksi. Artinya, kegiatan dari para pelaku ini akan kami rekonstruksikan,” kata Kabid Humas, di Mapolda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Setelah prarekonstruksi ini kata Kombes Argo, polisi akan menggelar rekonstruksi pada Rabu 21 Nopebember 2018.

“Setelah ini (prarekonstruksi) sudah kita lihat bagaimana peran pelaku melakukan pembunuhan, baru nanti ke lokasi sebenarnya utuk rekonstruksi,” terang Argo.

Sedangkan linggis yang dipakai HS menghabisi Daperum dan Maya yang menurut pengakuan HS dibuangnya di Kalimalang, telah dilakukan pencarian dengan penyelaman, namun kendala arus kali dan lumpur, linggis tersebut belum diketemukan.

“Ada aturan, misalnya memang susah atau tidak mendapatkan (linggis), bisa saja aturan untuk kami mencari dengan berita acara barang buktinya. Kami buatkan berita acara pencarian barang bukti,” kata Argo.[COK/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.