Bekasi Online

Ratusan Mahasiswa Unisma KKN Bekasi Smart City

Pj Walikota Bekasi bersama mahasiswa KKN Bekasi Smart City.[IST]
BEKASI | POSBEKASI.COM – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi menerima ratusan mahasiswa untuk mewujudkan Bekasi Smart City. “

“Jika KKN zaman dulu di pedesaan, saat ini menjadi KKN gaya baru di perkotaan yang kaitannya dengan Smart City, semoga KKN ini berhasil,” harap Kadis Diskominfostandi Kota Bekasi, Titi Masrifahati, usai apel pagi di Plaza Pemko Bekasi, Senin 27 Agustus 2018.

Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) Kota Bekasi mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Diskominfo dengan terjun ke lapangan bersama para kader pengumpul data di tingkat RT/RW.

Untuk satu wilayah RW, lanjutnya, bakal ditempatkan sebanyak 27 mahasiswa yang kemudian menjalankan tugas bersama kader pengumpul data di bawah Diskominfo. Dengan turun langsung di lapangan, para mahasiswa ikut membantu dan melaporkan data yang dikumpulkan.

Data yang dikumpulkan yakni misalnya mengenai kepadatan jentik nyamuk hasil kerja lapangan bersama kader pengumpul data untuk Aplikasi Si Tiktik Jumantik.

KLIK : Bangunan di Kota Bekasi Dipastikan Laik Fungsi

“Saya minta mahasiswa ikut koordinasi dengan ibu-ibu (kader) jadi mudah-mudahan ini jadi KKN yang berhasil di indonesia. Saya yakin bisa saling membantu,” kata Titi.

Selain mengumpulkan data, mahasiswa juga bersama kader bisa bergerak bersama di bawah bimbingman Diskominfo untuk mensosialisasikan Smart City. Sesuai denga fakultas mahasiswa, mereka bisa menjalankan program di bidang lingkungan hidup, kesehatan, hingga pelayanan masyarakat.

“Misalnya untuk bidang lingkungan hidup bisa menjalankan program pembuatan lubang biopori bersama masyarakat. Dengan program itu maka bisa jadi percontohan,” ujar Titi.

Titi menambahkan, program Bekasi Smart City bisa diwujudkan dengan adanya gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, pengusaha, perguruan tinggi, hingga komunitas.

“Smart City juga dilihat dari unsur manusia yang berkomitmen. Jika sudah bagus maka disebut Smart City, karena semua masyarkaat terlibat,” ujarnya.

Secara pembagian wilayah, ratusan mahasiswa Unisma ini bakal ditempatkan di 4 kelurahan yakni Kelurahan Margajaya dan Kayuringin di Kecamatan Bekasi Selatan dan, Kelurahan Margahayu dan Bekasi Jaya di Kecamatan Bekasi Timur.[ISH/POB]

BEKASI TOP