
Dari enam atlet yang diturunkan, Galih mengawali pertarungan dengan luar biasa setelah menundukkan atlet tuan rumah yang menjadi unggulan. Ketenangan menjadi kunci kemenangan.
Pelatih Tarung Derajat, Junaidi mengatakan, kengototan atlet tuan rumah bisa diatasi lantaran anak didiknya bersikap tenang. “Serangan lawan yang ngotot malah dimanfaatkan untuk mencuri poin,” katanya akhir pekan kemarin.
KLIK : Ciattt..! Karateka Beregu Putri Kota Bekasi Sumbang Emas Pertama
Di babak kedua pada Senin 30 Juli 2018 pagi, siswa kelas 2 SMA 17 ini melewati adangan atlet Sumedang. Sayangnya, di babak semi final anak dari anggota Polri ini harus takluk dari kontingen Kota Cirebon.
“Halangan terberat adalah melawan diri sendiri. Setelah mengalahkan tuan rumah, Galih mulai tidak fokus. Tetapi faktor kelelahan karena main dua kali dalam satu hari bisa menjadi penyebab,” kata Junaidi.
Dengan lolos di semi final, otomatis Galih berhak atas medali perunggu. Ia juga menjadi satu-satunya atlet Tarung Derajat yang lolos ke babak lebih jauh dari enam atlet yang bertanding.[KONI]

