Dugaan Ijazah SMA Rahmat Effendi Asli Palsu

Tim advokasi dan tim pemenangan paslon Walikota Nur Supriynato-Adhy Firdaus, saat konfrensi pers di Hotel Horison Kota Bekasi, Rabu 27 Juni 2018 malam.[IST]

BEKASI | POSBEKASI.COM – Meski Pemilihan Walikota Bekasi telah berlangsung, Rabu 27 Juni 2018, namun kasus dugaan ijazah SMA yang dimiliki calon Walikota Bekasi Rahmat Effendi (RE) valid.

Hal tersebut diungkapkan Tim Advokasi pasangan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto-Adhy Firdaus (NF), Bambang Sunaryo, akan melanjutkan proses penegakan hukum atas dugaan ijazah palsu calon petahana tersebut.

“Bicara soal ijazah palsu, saya yakinkan malam ini asli palsu. Ijazah ini asli palsu. Saudara RE tidak pernah sekolah di SMA 52 Jakarta. Ada salah satu rekan sekolah katanya mengaku mengaburkan yang buat pernyataan, lalu dicabut pernyataan bahwa dia tidak pernah sekolah dan ini valid. Saya laporkan ke Mabes Polri pada tanggal 21 Juni kemaren,” ungkap Bambang pda konferensi persnya, di Kota Bekasi, Rabu 27 Juni 2018 malam.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, dirinya mengawal kasus ini hingga ditemukan fakta-fakta beragam kejanggalan ijzah milik RE.

“Saya yakinkan, saya mengawal RE tidak pernah sekolah di SMA 52.  Tapi ada perbedaan katanya di SMA Remaja Cilincing. Tapi ada juga versi saudara K dan S katanya di Koja. kan berbeda Koja dengan Cilincing. Nomor induk juga aneh, jadikan lucu,” terangnya.

KLIK : Tunggu Hasil Hitungan Akhir KPU, Nur-Firdaus Ucapkan Terimakasih Pada Ulama dan Masyarakat Kota Bekasi

Dengan terus bergulirnya kasus ini, Bambang meminta masyarakat Kota Bekasi agar mengetahui siapa calon yang dipilihnya dengan dugaan ijazah palsu.

“Saya siap buktikan. Silakan (RE) tunjukkan ijazah aslinya. Biasanyakan, kalau saya semua dokumen penting digabung semua. Ijazah sejak SD, SMP dan seterusnya, kenapa punya RE terpisah? Ini pembohongan publik,” kata pensiunan anggota Polri tersebut.

Bambang mengaku siap menerima segala konsekwensi membawa kasus ini ke jalur hukum. Bahkan mengungkit masalah kedatangan Ormas ketika hendak melakukan konferensi pers terkait ijazah palsu tersebut di kantornya, Law Office Bambang Sunaryo, Grand Galaxy City, pada Selasa 5 Juni 2018.

KLIK : Asyik Masih Berpeluang Kalahkan Rindu

Akibat kasus ini, Bambang menilai telah banyak kerugian negara yang ditimbulkan selepas bergulirnya dugaan kasus dugaan ijazah palsu.

“Rekan-rekan wartawan tentu sudah bisa menilai dimana letak kerugian negara, kerugian masyarakat, apalagi dunia pendidikan sangat tercederai termasuk ijazah S1 bermasalah dan tidak terdaftar. Tapi, yang saya permasalahkan ijazah SMA. Asli palsu,” ucapnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.