Debat Paslon Walikota Bekasi Putaran Dua, Nur-Firdaus Bangun Green Road and Green City yang Modern dan Religius

Paslon nomor urut 2 Nur Supriyanto – Adhy Firdaus pada debat calon walikota putaran kedua di Ballroom Hotel Santika Premiere, Harapan Indonesia Kota Bekasi, Kamis 3 April 2018.[YAN]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Debat Publik putaran kedua Pasangan Calon Walikota Bekasi pada sesi pertama didominsi paslon nomor urut 2 Nur Supriyanto – Adhy Firdaus yang dilangsungkan di Ballroom Hotel Santika Premiere, Harapan Indonesia Kota Bekasi, Kamis 3 April 2018.

Ketika tema yang diangkat pada debat kali ini masalah transportasi, lingkungan hidup dan kependudukan.

Terkait masalah transportasi, Nur Supriyanto menyebut akan membangun moda transposrtasi secara integrasi hingga kemacetan yang selama ini mengesankan Bekasi macet dapat diatasi.

“Kemacetan tidak bisa dihindari karena Bekasi ranking keempat terpadat jalannya. Persoalan yang harus kita hadapi 40 persen akibat penyebab kemacetan karena jalan sempit, sedangkan pertumbuhan infrastruktur jalan hanya 1 sekian persen sangat jauh di bandingkan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor 11,8 persen.Ke depan kita bangun infrastruktur green road dengan membangun vider yang terintegrasi baik untuk terminal maupun stasiun,” kata Nur Supriyanto ketika menyampaikan sesi pertama dan menjawab pertanyaan panelis pertama.

KLIK : Debat Publik Kedua, Ucu: “Depat Pertama Ada Paslon Keberatan Berkirim Surat ke KPU”

Selain green road juga konsep grenn city menjadikan Bekasi Hijau yang ramah pada lingkungan termsuk pada industri-industri.

“Industri yang ada di Kota Bekasi ini nanti wajib mengikuti konsep grend city hinga kita bisa menjadi kota yang ramah buat masyarakat dan lingkungan sehingga menjadi kota modern religius, nyaman, aman serta membawa kesejahteraan warganya.” ucapnya.

Sementara, calon Wakil Walikota Bekasi Adhy Firdaus mengatakan, pihaknya akan membangun jalan secara berkesinambungan yang ramah dan hijau serta ramah, aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

“Kita akan bangun infrastruktur fly over-fly over yang terdapat titik kemacetan sehingga kemacetan dapat terhindari. Tentu pembangunan yang kita lakukan ini mengedepan kebutuhan masyarakat,” ujar Adhy.[YAN/POB1]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.