Pedagang Kecil Gantungkan Nasib Mereka pada Nur Supriyano

Calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto dan tokoh Bekasi Jaya H.Burhan.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Warga RT01/01 Bekasi Jaya, Kelurahan Bekasi Jaya,  mengeluhkan nasib pedagang kecil di tengah menjamurnya minimarket.

Mendengar hal ini, bertempat di kediaman tokoh masyarakat setempat, H.Burhan, Sabtu 28 April 2018, Nur Supriyanto akhirnya berbincang-bincang dengan warga RT.001/001 mengenai banyak hal termasuk masalah yang diadukan warga.

“Tadi Bapak menceritakan tentang ekonomi. Bagaimana orang Bekasi bisa datang ketika kotor dan berjubel. Bagaimana Bekasi bisa jualan sedangkan pasarnya sendiri tidak diperbaiki? Apakah Bapak bisa Bapak membenahi pasar tradisional agar lebih bersih dan ramai dikunjungi?” tanya salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, calon orang nomor satu di Bekasi tersebut menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan para pedagang di sejumlah pasar di Kota Bekasi.

“Saya sudah keliling pasar tradisional di Pondok Gede, Pasar Baru, Bantargebang, Pasar Jati Asih. Saya mendengar keluhan pedagang dan pembeli. Kan kalau dengar dari pembelinya saja pengennya kering, halus bersih, sedangkan pedagang pengennya murah dan becek. Soalnya kalau halus, bersih pake AC harga kiosnya mahal. Kita kan harus bisa melihat semuanya, yang penting aman, nyaman dan menciptakan datangnya penjual dan pembeli,” katanya.

KLIK : Nur Supriyanto Prihatin Banyak Pedagang Pasar Pondok Gede Bangkrut, Ini Penyebabnya

Menurutnya bukan persoalan tempat yang bersih dan modern-nya sebuah pasar. Namun, bagaimana pasar tersebut nyaman dan aman untuk transaksi jual beli.

“Kalau saya mau makan sate pak, saya pasti pilih yang pinggir jalan daripada AC. Soalnya kalau sate yang ber-AC, pasti gak enak. Kalau asapnya ke mana-mana dan bau sate tercium dari kejauhan, saya yakin pasti satenya enak,” kata Nur Supriyanto menganalogikan soal pasar yang bersih.

Mengenai minimarket, kata Nur, dirinya akan membuat peraturan tersendiri jika jadi Wali kota Bekasi. “Saya akan atur minimarket ada jarak dan wilayah. Kita akan bikin aturan dalam radius berapa meter. Bismillah Insya Allah, nanti kita tinjau,” katanya.

Aturan tersebut, kata Nur Supriyanto, lebih pada tempat khusus untuk minimarket seperti di dekat jalan-jalan besar dan tempat yang luas. “Dengan demikian warung-warung kelontongan kecil masih bisa bertahan hidup,” pungkasnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.