Ini Jurus KPU Kota Bekasi Cegah Golput

Ilustrasi

BEKASI, POSBEKASI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi siap-siap menghadapi para golongan putih (golput) dari kalangan pasien rumah sakit pada Pilwalkot Bekasi 2018.

Pasalnya, tak berlakunya lagi tempat pemungutan suara (TPS) keliling membuat pasien semakin memiliki alasan untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Komisioner KPU Kota Bekasi Kanti Prayogo menjelaskan praktik golput menjadi problem utama bagi lembaganya. Termasuk dari kalangan pasien yang berpeluang memiliki alasan untuk tak menggunakan alasan. Musababnya, pasien berpeluang menjadi pelaku golput dengan dalih dalam kondisi sakit.

KLIK : PSK dan Waria Punya Hak Pilih, Ini Kata PSK

“Kami sudah menyiapkan surat pindah atau formulir A5 di setiap TPS di Kota Bekasi. Formulir ini dapat menjembatani pasien yang namanya telah terdaftar,” kata Kanti dalam pesan persnya, Kamis 19 April 2019.

Penyuluhan formulir A5 ini dapat menjadi solusi bagi pasien untuk tetap menjadi bagian dari pencoblos pada pesta demokrasi lima tahunan Kota Bekasi. Pasalnya, pasien tetap dapat mencoblos di sekitar TPS terdekat dari rumah sakit dengan mengantongi formulir A5. Sehingga, pasien tak lagi memiliki alasan kuat tak berpartisipasi dalam Pilwali Kota Bekasi 2018.

KLIK : Hindari Golput, KPU Kota Bekasi Fasilitasi Pemilih Pasien Rumah Sakit

Walaupun begitu, KPU Kota Bekasi tetap akan menggelar koordinasi dengan pihak rumah sakit. Ini dilakukan agar upaya antisipasi golput dari kalangan pasien tetap efektif. “Koordinasi untuk mencatat pasiennya, supaya efektif,” jelas Kanti.

Nantinya, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dibantu Panwaslu dan saksi akan mendatangi setiap pasien rumah sakit. Nantinya mereka akan membawa kantong plastik yang berisikan surat suara. “Nanti mencoblosnya di tempat rahasia yang memastikan privasinya terjamin,” jelas dia.

KLIK : Jiwang Jiputro: Potensi Pemilih Millenial Cukup Besar

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi menilai tidak adanya TPS keliling bukan berarti pasien tak memiliki kesempatan untuk mencoblos. Sebaliknya, situasi saat ini justru menjadi tantangan bagi lembaganya untuk mengentaskan praktik golput dalam Pilwalkot Bekasi.

“Kami juga berharap perawat, pegawai rumah sakit, dan pihak keluarga juga bisa mencoblos di TPS masing-masing,” tegas Ucu.[ISH/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.