Posbekasi.com

KPU Genjot Warga Datang ke TPS

Ilustrasi

posBEKASI.COM, BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi  menjalin kermitraan terhadap lembaga, organisasi masyarakat dan komunitas di Kota Bekasi  untuk meningkatkan angka partisipasi, agar masyarakat  mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pencoblosan pada 27 Juni 2018 nanti.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, usai menerima sejumlah organisasi masyarakat, kepemudaan dan komunitas di aula TB Hendy Irawan, kantor KPU Kota Bekasi, Kamis 29 Maret 2018.

Dengan melibatkan mitra, Nurul berharap  pesan dan informasi Pilkada sampai ke masyarakat. Sehingga,  masyarakat mau ke datang ke TPS  dan menggunakan hak pilihnya.

“Organisasi masyarakat dan komunitas memiliki pendekatan tersendiri dan cara khusus dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya ikut berpartisipasi saat pemilu. Sementara kami menyadari, tidak bisa menyasar ke seluruh lapisan masyarakat,”paparnya.

Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi, KPU Kota Bekasi meminta kepada lembaga, organisasi masyarakat dan komunitas agar sosialisasi tidak hanya bersifat monolog seperti ceramah yang bersifat searah dari narasumber. Namun, membuat program kreatif yang mampu menarik perhatian dan pesan pentingnya memilih sampai ke masyarakat.

“Sesuai dengan segmentasi pemilih. Misalkan untuk pemilih pemula, sosialsiasi mungkin bisa dilakukan dengan pagelaran music dan lain sebagainya. Karena, umunya pemilih pemula suka dengan music,” paparnya.

Sementara itu, KPU Kota Bekasi terus menyasar para pemilih pemula di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi  di Kota Bekasi.”Kami akan terus sosialisasi pendidikan pemilih pemula ke beberapa sekolah dan kampus,” tambah nurul.

Nurul mengaku sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni, unsur perguruan tinggi dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.”Beberapa sekolah telah kami kunjungi untuk melakukan koordinasi tentang jadwal dan tahapan pelaksanaannya,” kata Nurul.

Tujuannya adalah membangun kesadaran pelajar tentang arti pentingnya memilih pemimpin, meningkatkan kapasitas pendidikan politik pelajar, dan sebagai ajang artikulasi pendapat dan pemikiran pelajar terhadap pemilu dan demokrasi.[REL/ISH/POB]

BEKASI TOP