Bekasi Online

BMPS Kecewa, Nur Supriyanto Diminta Majukan Pendidikan Kota Bekasi

Silaturahmi puluhan pegiat BMPS dengan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto di Bekasi, Kamis 29 Maret 2018.[IST]
posBEKASI.com, BEKASI – Selama lima tahun Pemerintahan Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Rahmat Effendi (Pepen) dinilai masih kurang memuaskan dalam kemajuan pendidikan khususnya tingkat SLTA pada sekolah swasta.

Sebaliknya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpina Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dinilai sudah cukup maksimal memajukan sekolah-sekolah.

“Kang Aher luar biasa sikapnya pada swasta. Cuma sayang masa jabatannya sudah habis. Nah harapannya Pak Nur Supriyanto bisa memperjuangkan sekolah-sekolah swasta lebih maju lagi dari sekarang ini yang kami nilai tidak begitu membawa kemajuan yang berarti,” kata salah seorang pegiat pendidikan swasta tingkat SLTA yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi saat bersilaturahmi dengan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto di Bekasi, Kamis 29 Maret 2018.

Puluhan pegiat BMPS itu sepakat menyampaikan kekecewaan dan kendala yang selama ini dialami pada pemerintahan Rahmat Effendi bisa diperbaiki pada Pemerintahan Kota Bekasi di bawah kepemimpin Nur Supriyanto.

“Basic Pak Nur Supriyanto pendidikan dari IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) tentu lebih mengerti soal pendidikan dan kami berharap pemerintahan beliau nanti bisa lebih memajukan pendidikan di Kota Bekasi,” tambahnya.

Latar belakang akademis Nur Supriyanto inilah membuat puluhan pegiat BMPS sepakat mendukung Nur Supriyanto yang berpasangan dengan Adhy Firdaus menjadi walikota periode 2018 -2023.

“Dari kepemimpinan Nur Supriyanto nanti kami berharap Kota Bekasi mendapat predikat Kota Pendidikan yang bisa menjadi contoh pendidikan di tingkat nasional,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Nur Supriyanto mengatakan pendidikan swasta yang lebih berkualitas sudah menjadi program kerjanya di DPRD Jawa Barat.

“Saya kawal terus program-program Kang Aher untuk pendidikan di DPRD sehingga pendidikan swasta dan negeri sama-sama memiliki keunggulan dan bisa maju bersama dalam kualitas pendidikan,” ungkap mantan Wakil ketua DPRD Provinsi Jabar ini.

Lebih lanjut mantan Dosen di Kampus Unisma’45 ini menyatakan diirnya akan mealokasikan anggaran subsidi untuk pendidikan swasta. “Ini harus disiapkan dengan baik. Dimana pendidikan muaranya adalah pekerjaan dan seiring itu kita juga akan membuka peluang kerja yang lebih besar,” tambahnya.

Dikatakannya, pendidikan harus melahirkan lulusan-lulusan berdaya saing tinggi hingga hingga kualitas anak didik dapat bersaing dengan daerah lain serta pendidikan di tingkat internasional.

“Saat sekarang ini harus lebih kreatif. Maka saya punya gagasan tentang Co Worker Bekasi Creative. Ini nantinya mengembangkan e-comerce. Nanti bisa menyerap banyak anak muda,” tuturnya.

Karenanya kata Nur Supriyanto, diskusi tentang entreupreunership harus menjadi agenda rutin agar anak-agar muda baik dari sekolah negeri maupun swasta memiliki jiwa mandiri, kreatif dan wiraswasta.

“Dengan demikian bisa membuka peluang industri di bidang pariwisata yang saat ini minim di Kota Bekasi jauh dari kata ideal. Destinasi wisata di Kota Bekasi masih terlalu sedikit. Ini harus dikembangkan oleh anak-anak muda yang emmiliki latar belakang pendidikan yang berkualitas,” terangnya.[REL/LIN/POB]

BEKASI TOP