Posbekasi.com

Aktivis 212 Korban Begal, Nur Supriyanto Minta Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Ustadz Khoris

Calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto membesuk Ustadz Khoris Mendi yang menjadi korban begal dan dianiaya para pelaku di RS Bhakti Kartini, Kamis 29 Maret 2018.[IST]
posBEKASI.com, BEKASI – Aktivis Alumni 212 Ustadz Khoris Mendi,27 tahun, yang menjadi korban begal pada Ahad 25 Maret 2018 masih menjalani perawatan di RS Bhakti Kartini dibesuk calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto.

Akibat dikeroyok pelaku yang menggunakan benda tumpul tim Kesehatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia ini mengalami luka parah dibagian kepala dengan tiga jahitan dan dua jahitan di atas bibir, serta luka ringan pada tangan dan kaki juga luka lembab di wajahnya.

Sebagaimana diwartakan, peristiwa tersebut berawal saat Ustadz Khoris melintas seorang diri menggunakan sepeda motor di samping Stadion Patriot Candrabhaga, saat menuju pulang ke rumahnya di Jalan Kartini usai bermain futsal dengan teman-temannya di kawasan Alexindo.

Tiba-tiba dia dipepet pengendara motor lain dan langsung melakukan penganiyaan hingga Ustadz Khoris tergeletak tidak sadarkan diri sampai dibawa ke RS Bhakti Kartini. Warga yang menemukan Ustadz Khoris menghubungi kerabat Ustadz Khoris bernama Aris Ayas melalui sambungan telepon miliknya. Kemudian Aris datang dan membawa Ustadz Khoris ke RS Bhakti Kartini.

Ustadz Khoris pun tak dapat menceritakan kejadian tersebut kepada Nur Supriyanto yang datang membesuk bersama Ustaz Rahmat dari GNPF Kota Bekasi.

Selain mendoakan Ustadz Khoris cepat sembuh, Nur Supriyanto berharap aparat kepolisian dapat menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik kasus penganiayaan tersebut.

“Saya harap kepolisian bisa mengusut siapa pelakunya dan motifnya. Jangan berdasar ini tidak ada saksi. Dari sisi luka saja itu luka penganiayaan bukan luka kecelakaan,” terang Nur Supriyanto usai membesuk Ustadz Khoris.

Bukan saja kehilangan sepeda motor Suzuki Spin, cara begal melakukan perampokan motor Ustadz Khoris sangat profesional dan dinilai memiliki kejanggalan.

“Kondisi Ustaz Khoris semakin membaik tapi ia sedikit lupa saat kejadian karena ada tekanan darah di kepala sehingga daya ingatnya hilang hingga tidak tahu siapa pelakunya dan seterusnya. Sepertinya pelakunya profesional,” tambah calon walikota nomor urut 2 ini.

Sedangkan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto dalam keterangan persnya pasca peristiwa tersebut mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Kasusnya masih ditangani Polsek dan Polres, kami akan menindak tegas pelakunya bila ditangkap,” kata Kombes Indarto.[REL/YAN/POB]

BEKASI TOP