Bekasi Online

Polda Metro Tangkap WN Bulgaria Pelaku Skimming ATM

Alat-alat skimming yang diamankan Polda Metro Jaya dari pelaku skimming ATM.[IST]
posBEKASI.com, JAKARTA – Pola Metro Jaya kembali menangkap warga negara asing yang melakukan pencurian data elektronik (skimming) di kawasan Jakarta Pusat, pada Sabtu 17 Maret 2018.

“Pelaku WN Bulgaria (Eropa Timur), Baltov Kaloyan Vasilev, 42 tahun, ditanggkap karena melakukan pencurian data elektronik di Jakarta Pusat. Baltov ditangkap saat menginap di Fave Hotel Room 311 Jalan Wahid Hasim, Tanah Abang,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBB Aris Supriyono, Senin 19 Maret 2018.

Menurutnya, penangkapan Baltov bermula dari kecurigaan seorang petugas keamanan sebuah bank di Juanda terhadap pelaku.

“Petugas tersebut kemudian mengamankan pelaku tersebut dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Metro Gambir, dan dari Polsek dilimpahkan ke Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata AKBP Aries.

Lebih lanjut AKBP Aris mengatakan, dari tersangka polisi mengamankan tas pinggang berwarna coklat berisi uang tunai Rp2,3 juta dan sebuah kondom, dompet hitam serta sejumlah ponsel tetapi tak ditemukan barang bukti terkait tindakan skimming di sejumlah barang itu.

“Selanjutnya dikembangkan oleh opsnal Unit 4 Subdit 3 Resmob pimpinan AKP Rovan Richard ke Takes Mansion Hotel Tanah Abang Jakarta Pusat dan ditemukan foto copy paspor dan sejumlah barang lainnya,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima polisi, tersangka membuang sesuatu di Kali Ciliwung. Polisi mencari barang yang telah dibuang pelaku.

“Ternyata kami mendapat sebuah kartu skimming dan satu kartu hotel fave, selanjutnya setelah berkoordinasi dengan pihak hotel fave didapati sejumlah barang bukti tindak pidana di kamar hotel yang disewa oleh pelaku,” terangnya.

Barang bukti tersebut berupa laptop, encoder (rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan format tertentu), sejumlah ponsel, uang tunai bernilai puluhan juta dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Pelaku melakukan tindak pidana pencurian data elektronik dan atau TPPU sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP dan atau pasal 46 jo pasal 30 dan pasal 47 jo pasal 31 ayat (1) dan (2) UURI No.8 tahun 2010 tentang TPPU,” kata AKBP Aries.

Skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Modus yang digunakan antara lain menggunakan WiFi pocket router disertai kamera yang dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin- mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah. Melalui alat tersebut, para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke kartu ATM kosong.[ISH/POB]

BEKASI TOP