Elektabilitas Tinggi, Gerakan Perusak APK Nur-Firdaus Makin Masif

APK paslon Walikota Nur-Firdaus tampak dirobek, namun APK paslon lainnya yang dipsang bersebelahan sama sekali tidak dirusak.[IST]

posBEKASI.com, BEKASI – Alat Praga Kampanye (APK) pasangan calon (paslon) Walikota Bekasi DR.H.Nur Supriyanto,MM – DR.H.Adhy Firdaus,MSc, tak henti-hentinya menjadi sasaran pengrusakan dan dihilangkan bahkan gerakan perusakan APK itu semakin massif.

Tangan-tangan brutal tidak bertanggungjawab itu hingga kini belum satupun yang diciduk aparat. Padahal perbuatan tersebut tergolong kriminal karena merusak APK yang merupakan sosialisasi paslon sebagaimana di atur dalam ketetapan KPU sebagai penyelenggara Pilkada.

“Ini cara-cara menandakan pihak-pihak tertentu tidak siap berkompetisi secara sehat. Pasti ada gerakan yang sengaja merusaknya, tapi kita tidak bis amembuktikannya. Kenyataannya diberbagai kecamatan APK Nur-Firdaus dirusak,” kata Ketua Tim Advokasi Nur-Firdaus, Bambang Sunaryo, dalam keterangan persnya yang diterima posbekasi.com, Senin 19 Maret 2018.

Diduganya, seiring dukungan yang terus mengalir dan tingginya elektabilitas Nur-Firdaus, semakin gencar pula gerakan merusak APK dengan cara merobek dan mencopotnya diberbagai titik. Berbeda dengan APK paslon lainnya yang terpasang bersebelahan dengan APK Nur-Firdaus, tapi tidak dirusak.

“Ada kejanggalan dan kami juga sedikit merasa aneh, APK Nur-Firdaus yang terpasang disebelah APK paslon lain tapi tidak dirusak. Kami akan usut masalah ini, tim advokasi akan berkoordinasi untuk menindak lanjuti temuan ini. Sebab hampir di semua kecamatan banyak APK Nur-Firdaus yang dirusak bahkan hilang,” ungkapnya.

Perusakan APK Nur-Firdaus di wilayah Jati Cempaka dan Jati Bening ini dirusak diketauhi oleh warga pada, Ahad 18 Maret 2018.

Disamping itu, Bambang meminta petugas Panwaslu dan KPU maupun aparat penegak hukum seperti kepolisian melakukan tindakan konkrit permasalahan perusakan APK ini.

“Kalau mau jujur, ini sudah masuk ranah criminal. Makanya kita harapkan Kepolisian bisa lebih agresif bekerjasama dengan Panwaslu maupun KPU Kota Bekasi untuk menangkap pelaku perusakan itu,” harapnya.

Sementara, masyarakat yang semakin hari semakin cenderung bertetapan memilih paslon nomor urut 2 ini sebagai pemimpin baru menggantikan petahana pada Pilkada Kota Bekasi 2018 ini. Ditambah lagi dukungan para tokoh ulama, tokoh masyarakat, para buruh, serta berbgai elemen masyarakat luas Kota Bekasi membuat paslon lainnya sulit mengejar elektabilitas Nur-Firdaus.

“Seiring semakin tidak terkejarnya elektabiltas semakin masif pula gerakan perusak APK Nur – Firdaus. Sedangkan warga Kota Bekasi tahu benar siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin baru untuk Bekasi lebih maju. Jadi tidak usahlah dengan cara-cara premanisme, kita ini pesta demokrasi jadi jangan dikotori dengan perbuatan yang merusak demokrasi,” tambahnya.

Diketauhi, elektabilitas Nur – Firdaus semakin jauh meninggalkan elektabilitas paslon lainnya ketika program sosialisasi Kartu Bekasi Maju (KBM) diketauhi masyarakat memiliki tiga manfaat besar sebagai jaminan kepemimpin Nur-Firdaus kepada warganya.

Sebagaimana setiap kampanye atau sosialisasi Nur – Firdaus pada musim kampyen ini tidak pernah luput merincikan program KBM yang memiliki tiga manfaat besar yakni, jaminan kesehatan gratis, jaminan pendidikan gratis dari SD – SMA, dan jaminan bantuan sosial bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp800 ribu per bulan.

“Bukan hanya KBM, semua dana yang telah disetujui DPRD untuk masyarakat seperti insentif Kader Posyandu, RT-RW, maupun petugas lainnya seperti Linmas, marbot masjid dan TKK semua akan dipertahankan bahkan bila memungkinkan akan ditambah untuk kebaikan dan kesejahteraan warga Kota Bekasi,” terang Nur Supriyanto setiap sosialisasinya dan langsung disambut meriah oleh warga sambil mengumandangkan, “Pemimpin Baru Bekasi Lebih Maju, Oke Siip”.[JAL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.