Bekasi Online

Jepang Berhasil Turunkan Volume Sampah Kota Bogor

Walikota Bogor Bima Arya dan Perfectur Hiroshima Jepang di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Senin 29 Januari 2018.[IST]
POSBEKASI.COM, KOTA BOGOR – Pengelolaan sampah merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dalam kurun dua tahun (Januari 2016 – Maret 2018) Pemkot Bogor dan JICA Partnership Project (JPP) Prefektur Hiroshima melakukan kerja sama Bantuan Penyusunan Rencana Induk dan Bantuan Area Percontohan telah memberikan hasil positif.

Berdasarkan data dan fakta di lapangan volume sampah yang diangkut ke TPA Galuga mengalami penurunan sekitar 50 ton perhari atau berkurang dari 650 ton menjadi 600 ton sampah.

“Dua tahun berturut-turut ini juga Kota Bogor meraih sertifikat Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Walikota Bogor Bima Arya saat pertemuan dengan Perfectur Hiroshima Jepang di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Senin 29 Januari 2018.

Raihan sertifikat Adipura tersebut menurut Bima, menandakan ada kemajuan dalam hal pengelolaan sampah di Kota Bogor dari kerja sama ini. Selain mendapatkan sertifikat Adipura, peran serta masyarakat dalam pengolahan sampah turut meningkat yang terlihat dengan bertambahnya bank sampah menjadi 223 unit dan sudah ada 26 unit TPS 3R.

“Memang tidak semua bank sampah sama dalam hal kualitas pengolahan sampahnya, tetapi ada peran masyarakat di bank sampah dan TPS 3R,” imbuhnya.

Ia mengatakan, strategi pengolahan sampah yang dilakukan dari hulu, yakni memilah sampah dari rumah sudah benar. Saat ini tinggal bagaimana terus melakukan penguatan-penguatan kepada masyarakat. Untuk itu, Pemkot Bogor akan melibatkan unsur TNI untuk melakukan edukasi ke warga, terutama warga yang dekat dengan aliran sungai.

“Kami masih ingin melanjutkan kerja sama yang sudah digagas, karena kami menyadari dalam tahap ini masih banyak hal-hal yang perlu dijalankan, terutama terkait kesinambungan pengolahan sampah dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Divisi Daur Ulang Prefektur Hiroshima Kato Matsuko mengatakan, pengolahan sampah tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Melalui program JPP ini, prefektur Hiroshima bekerja sama memperbaiki pengelolaan sampah di Kota Bogor dengan mengundang dan melihat langsung pengolahan sampah di Jepang.

“Harapan kami hasil kerja sama ini menjadi awal yang baik dalam pengolahan sampah di Kota Bogor,” tuturnya.[REL/POS8]

BEKASI TOP