
Jumlah keluarga yang menjadi korban bencana longsor sungai Cipamingkis terus bertambah. Belum lama ini empat rumah masing-masing milik, Manah, Anis, Olis dan Rohayah hancur tergerus arus sungai Cipamingkis.
Menurut Ribah ketua LSM GEMPAL, “bantuan sembako diberikan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban longsor. Kami telah bekerjasama dengan Kepala Desa, Muspika, BNPB dan Dinas Pertanian Kab. Bekasi sedang membangun rumah tinggal sementara diatas lahan eks pasar hewan milik Dinas Pertanian,” terang Ribah.
Lebihlanjut Ribah berharap pemerintah Kabupaten Bekasi lebih peduli lagi terhadap korban bencana alam. “Kami dari LSM GEMPAL akan berupaya agar Pemkab Bekasi mencari solusi guna menganti lahan milik warga, mengingat lahan yang tergerus longsor merupakan lahan milik sah sesuai sertifikat atasnama para korban. Pungkas Ribah.
Sementari itu Warsad salahsatu korban longsor mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian dari semua pihak, terutama kepada bapak Endang Supriatna (Anggota LSM GEMPAL) yang telah berjuang melobi semua pihak, hingga kami mendapat bantuan berupa pasir satu (1) truk dan semen 20 zak dari Kepala Desa dan sembako yang sangat berarti bagi kami. Berkat perjuangan keras beliau hingga kami dapat menempati lahan untuk membangun tempat tinggal sementara. Kami sangat berharap ada masih ada pihak lain yang mau peduli membantu kami, mengingat bantuan yang ada hanya bisa membangun pondasi rumah tinggal,” harap Warsad.[REL]

