Bekasi Online

Kadis PUPR Kota Bekasi “Bela” Grand Kamala Lagoon

Apartemen Grand Kamala Lagoon.[IST]
POSBEKASI.COM, PEKAYON – Ratusan warga yang kesal pemukimannya mengalami banjir akibat pembangunan proyek Grand Apartemen Kamala Lagoon, namun Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto, justru terkesan membela apartemen tersebut.

“Konsekuensi logis dari pembangunan apartemen di atas lahan bekas daerah resapan adalah banjir. Namun ketika memberikan izin, pemerintah telah menginstruksikan pengembang agar membuat daerah resapan pengganti. Pengembang sudah punya tandon air sebagai penampung air sementara untuk mengantisipasi banjir saat hujan,” kata Tri menanggapi aksi ratusan warga RT03/03, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, yang berdemo mendatangi apartemen tersebut, Kamis 2 Nopember 2017.

Dikatakannya, untuk tahun ini pemerintah telah memperbaiki gorong-gorong yang ada di sekitar Jalan KH Noer Ali.

“Tujuannya supaya limpasan air dari permukiman setempat bisa segera mengalir ke saluran besar. Tidak hanya itu, sebagai antisipasi ada tiga unit pompa berkapasitas 7.500 liter per detik untuk mengantisipasi banjir di sana,” ujarnya.

Hentikan Pembangunan

Sebelumnya, ratusan warga yang berdemo mendatangi proyek apartemen di Jalan Raya KH Noer Ali mendesak pembangunan apartemen yang memiliki 30 lantai tersebut dihentikan.

“Sejak konstruksi apartemen itu berdiri, permukimannya kerap diterjang banjir setinggi 25 sentimeter. Tidak hanya itu, sumur jadi kering di musim kemarau sejak pembangunan apartemen tersebut dimulai. Kami kesulitan memperoleh air tanah, karena semenjak ada apartemen ini air kami tidak keluar dari tanah,” tutur Suryani salah seorang pedemo.

Sementara aksi yang berjalan tertib itu, warga menyatakan tidak akan berhenti berdemo sampai dihentikannya pembangunan apartemen tersebut.

“Kami tidak akan berhenti berunjuk rasa sampai pengembang apartemen Kamala Lagoon menghentikan pembangunannya . Karena imbas dari pembangunan hunian vertikal tersebut membuat warga rugi. Kami tetap minta dihentikan dan beri penjelasan,” kata Wasimin yang turut berbaur demo bersama warga lainnya.[ISH]

BEKASI TOP