Bekasi Online

Bupati Neneng Dinilai “Tak Peduli” Nasib Haikal

Babinkamtibmas Desa Cijengkol Bripka Asfar Arochim memberi uluran bantuan kepada Haikal dan Nenek Bonah.[RAD]
POSBEKASI.COM, SETU – Masyarakat Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, prihatin akan kondisi yang menimpa Haikal Febrian, bocah 5,6 tahun, yatim piatu yang hidup bersma Neneknya berprofesi sebagai pemulung.

Sebaliknya, warga menilai Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, sama sekali tidak menunjukan kepeduliannya terhadap rakyatnya yang mengalami gizi buruk, sehingga dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

“Untung saja ada dermawan yang terketuk hatinya setelah posbekasi.com mengangkat pemberitaan bocah gizi buruk itu hingga kini dirawat di RSUD Kota Bekasi. Sayangnya, Bupati Bekasi sampai sekarang tidak menunjukan kepeduliannya pada warganya sendiri,” kata Reriyanto, salah seorang warga Setu kepada posbekasi.com, Senin 31 JUli 2017.

Menurut pria tersebut, seharusnya Bupati Neneng malu diperiode keduanya memimpin Kabupaten Bekasi masih terdapat anak kurang gizi. “Inikan memalukan, mau berapa periode lagi jadi bupati?,” ujarnya.

Lebih disayangkan, lanjut pria yang begitu kaget membaca pemberitaan posbekasi.com bahwa ada anak yang mengalami gizi buruk justru ditemukan oleh pihak kepolisian bukannya dari dinas kesehtaan atau pelayanan kesehatan yang ada di Setu maupun Kabupaten Bekasi.

“Ini pertanda kinerja perangkat dinas kesehatan buruk, tidak melakukan investigasi ataupun mendata anak maupun warga yang mengalami gizi buruk atau penyakit lainnya secara akurat,” ujarnya.

Sebagaimana diwartakan posbekasi.com, pertama kali bocah malang tersebut ditemukan oleh Bhabinkamtibmas Cijengkol Bripka Asfar Arochim. Bocah yang mengalami gizi buruk hidup bersama Bonah,53 tahun, di Kampung Lubang Buaya RT02/04, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.[RIK/SOF]

BEKASI TOP