Bekasi Online

Kasus Rombel, Pemko Bekasi Terancam di PTUN kan

Kantor Pemko Kota Bekasi.[DOK]
POSBEKASI.COM, RAWALUMBU – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, mengancam akan mem-PTUN-kan Pemkot Bekasi jika jumlah rombongan belajar (Rombel) dan kuota siswa di SMP negeri ditambah.

Ayung, selaku Sekretaris BMPS Kota Bekasi, menuturkan jika Pemkot Bekasi menambah jumlah rombel dan kuota siswa di SMP negeri, pihaknya tidak segan-segan akan mengajukan PTUN terkait hal tersebut.

“Jika sampai terjadi, maka kami akan PTUN-kan,” akunya kepada infobekasi.co.id.

Ia mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) yang ada, jumlah setiap rombel sebanyak 32 siswa.

Sedangkan di Kota Bekasi satu rombelnya diisi dengan 40 orang siswa. Hal ini sebenarnya diindikasikan sudah menabrak peraturan yang ada.

“Ada indikasi ke arah sana, karena dari Permen yang ada jumlah siswanya hanya 32 per rombelnya, maka dari itu BMPS Kota Bekasi menolak adanya penambahan jumlah rombel dan kuota siswa di tingkat SMP negeri Kota Bekasi menjadi 40 siswa per rombelnya,” tegasnya.

Selaim itu, aku Ayung, jika hal ini sampai terjadi maka yang dikhawatirkan adalah rombel yang memiliki kelebihan siswa sebanyak 8 orang tersebut, tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan sebagainya karena berdasarkan Permen yang berlaku jumlah siswa yang diakui dan terdaftar hanya 32 orang saja bukan 40 siswa.

Untuk itu pihaknya sudah mengajukan hal ini kepada Komisi IV DPRD Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi beberapa waktu yang lalu terkait hal ini.

“Kami sudah ke Disdik Kota Bekasi dan melakukan audiensi dengan Sekretaris Disdik Kota Bekasi terkait hal itu dan Disdik Kota Bekasi pun sudah memberikan jaminan tidak akan ada penambahan rombel dan kuota di tingkat SMP negeri dan jika jumlah siswanya mencapai 40 bukan 32 siswa, maka sisanya yang berjumlah 8 orang siswa akan mendapatkan bantuan dari APBD Kota Bekasi,” pungkasnya.[ZAI]

BEKASI TOP