Bekasi Online

Pakar: Walikota Bekasi Tak Profesional Tangani PPDB

Walikota Bekasi Rahmat Effendi.[Istimewa]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Pakar pendidikan Kota Bekasi kritik Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang dianggap ikut campur urusan penerimaan SMA/SMK Negeri. Sedangkan yang menjadi kewajibannya untuk mengurus Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk SD Negeri dan SMP Negeri dinilainya tidak becus.

“Terkait carut marutnya proses PPDB di Kota Bekasi, karena ada campur tangan semua pihak yang tidak mengerti pendidikan,” kata Direktur Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Panca Sakti Kota Bekasi, Dr.Suwartono, kepada posbekasi.com, Sabtu 15 Juli 2017.

Menurutnya, ketidak mengertinya mengurus dunia pendidikan justru merusak sistim pendidikan yang hal itu terlihat dari PPDB amburadul. “Yang gak ngerti pendidikan justru merusak, harusnya diserahkan pada orang yang profesional di dunia pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemko Bekasi harusnya menempatkan orang yang profesional di dunia pendidikan bukan sembarang orang apalagi yang tidak mengerti urusan dunia pendidikan.

“Memang harus diberikan pada orang profesional, dinas yang ditempatkan bukan pendidikan jadi rusak,” ujarnya.

Suwartono juga mengkritik Rahmat Effendi yang dinilai terlalu ikut campr urusan SMA/SMK Negeri. “Urusn SMA/SMK itu sudah ada domainnya Pemerintah Provinsi. Ngapai dipikirikan SMA/SMK. Seyogyanya urus saja SD dan SMP,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk PPDB SD dan SMP harus memprioritaskan masyarakat pada wilayah atau zona dimana sekolah tersebut berada.

“Untuk zona wilayah itu tetap diberikan harus diprioritaskan,  karena Walikota memikirkan SD dan SMP, bukan SMA/SMK, jangan campur tangan karena sudah diamanatkan UU untuk SMA/SMK itu urusan Pememerintah Provinsi,” katanya.[HSB]

4.

BEKASI TOP