Bekasi Online

Deddy Mizwar Janji Pasang Alat Deteksi Dini Banjir di Kali Bekasi

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.[IST]
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.[IST]
POSEBKASI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan pemasangan alat deteksi dini luapan Kali Bekasi guna mengantisipasi banjir di sejumlah pemukiman bantaran.

“Bencana banjir dapat dicegah dengan memanfaatkan teknologi alat pemantau di Kali Bekasi agar kondisinya dapat terukur dan cepat di lakukan deteksi,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Bekasi, kemaren.

Hal itu dikatakannya saat melakukan inspeksi ke Perumahan Pondokgede Permai bersama jajaran terkait Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi.

Menurut dia, alat deteksi dini itu akan dipasang di sejumlah titik aliran Kali Bekasi di bagian hulu agar air kiriman dari Kali Cileungsi dan Cikeas Bogor dapat terdeteksi dini.

Hulu sungai tersebut di antaranya berada di Sentul, Cileungsi dan Perumahan Pondokgede Permai, Kota Bekasi.

Alat itu memiliki sensor ketinggian permukaan air yang akan mengukur tingkat potensi banjir sesuai dengan debitnya.

Alat tersebut akan memancarkan sinyal kepada petugas terkait untuk menginformasikan potensi banjir di Kali Bekasi.

Siaga 1 status Kali Bekasi ditetapkan apabila debit air Kali Bekasi yang berasal dari Kali Cikeas dan Cileungsi mencapai 350 meter kubik per detik.

Pada kondisi tersebut, tinggi permukaan Kali Bekasi telah sejajar dengan tanggul Kali Bekasi dan berpotensi mengakibatkan banjir.

Dikatakan Deddy, Pemkot Bekasi perlu lebih sinergis dalam melakukan pencegahan bencana Banjir dengan Pemprov Jabar.

“Harusnya kita lebih sinergis dengan petugas bendung sehingga dapat di deteksi lebih awal kemungkinan adanya banjir atau kita bersahabat dengan bencana,” katanya.

Deddy mengatakan, yang saat ini dibutuhkan oleh pemerintah dalam rangka pengentasan banjir Kali Bekasi adalah pembuatan situ dengan melakukan pembebasan lahan untuk penampungan air kali.

“Kebijakan itu juga harus dibarengi penataan kota sesuai RT/RW yang telah disepakati,” katanya.

Deddy mencontohkan, situasi banjir di Perumahan PGP Kota Bekasi terjadi akibat kawasan yang sudah berdiri sekitar 40 tahun lalu itu berlokasi di bawah aliran Kali Bekasi.

“Sehingga mudah sekali terkena bencana banjir, ke depan harus ada pembenahan dengan pembangun perumahan yang lebih baik ,” katanya.[ANT/IDH]

BEKASI TOP