Bekasi Online

Diminta Copot, Kadisdik Sebut Dua Masalah PPDB Kota Bekasi

PPDB

POSBEKASI.COM, BEKASI – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie, mengatakan permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018 dikarenakan dua persoalan krusial.

Yakni, masalah berkaitan dengan masih banyak Nomor Induk Kependudukan (NIK) pendaftar yang belum valid, dan berkaitan dengan password atau Personal Identification Number (PIN) yang diberikan kepada calon siswa hilang dan rusak.

“Situasi ini sempat menimbulkan protes dari kalangan orang tua siswa dalam proses PPDB tahap I yang bergulir 4-6 Juli 2017 di 46 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di 12 kecamatan,” kata Ali, di Bekasi, Senin 10 Juli 2017.

Dikatakannya, ada orang tua siswa yang pendaftarannya ditolak oleh sistem pada jalur zonasi karena ada kesalahan NIK yang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Ini terjadi akibat calon siswa yang mendaftar masih mengunakan alamat yang lama atau di luar zona sekolah yang dituju. Rata-rata yang bermasalah dengan NIK karena yang bersangkutan sudah pindah rumah ke sekitar lingkungan sekolah, namun pengajuan perubahan NIK-nya belum terupdate di Disdukcapil,” terangnya.

Sampai saat ini tercatat 15.304 dari total 42.988 lulusan sekolah dasar di Kota Bekasi terserap di SMP Negeri dan sederajat melalui PPDB.

Lulusan SD 42.988 siswa yang mendaftar melalui PPDB online pada 4-6 Juli 2017 ke SMP Negeri mencapai 24.303 calon siswa. Dari pendaftar di 46 SMP Negeri yang ada di Kota Bekasi, sebanyak 15.304 calon siswa berhasil diterima melalui PPDB.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi, menilai Pemko Bekasi tidak mampu dan gagal menerapkan sistem online PPDB untuk tingkat SMP.

Bahkan kegagalan ini, HMI mendorong Walikota Bekasi mencopot Kadis Pendidikan Ali Fauzi sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas kegagalan tersebut.

“Walikota harus tegas soal ini. Pencopotan konskwensi logis yang harus diterapkan sebagai punisment atas gagalnya pelaksanaan PPDB online,” kata Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Bekasi, Rudi Hartono, dalam keterangan persnya yang dikirim ke awak media, Jumat 7 Juli 2017 lalu.[RIS/ISH]

BEKASI TOP