Bekasi Online

Menang Hingga Akhir Ramadhan

Ustadz H Subchansyah, santap sahur bersama Aiptu Parjiman usai itikaf pada 27 Ramadhan di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Kamis 22 Juni 2017 dinihari.[HSB]
POSBEKASI.COM – Seakan sudah benar-benar memperoleh Lailatul Qadar…

Peserta i’tikaf mulai banyak yang pulang..

Jama’ah tarawih pun semakin berkurang..

Yang mudik di kampung halaman jadi lupa membaca al-Qur’an..

Iya, seakan nampak nyata..

Ia yang semangat di permulaan dan melemah di pertengahan lalu terseok di akhiran..

Ia yang beribadah musiman akan berbeda dengan yang berusaha istiqamah hingga akhir kehidupan..

Padahal lailatul qadar..

Adalah satu bagian malam dari malam-malam Ramadhan yang belum usai..

Masih ada kesempatan ganjaran amal dilipatgandakan..

Terus ada peluang dosa diampuni..

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“dan celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian melewatinya sebelum dosa-dosanya diampuni..”

(Hasan shahih, HR at-Tirmidzi: 3545)

Mungkin ia lupa..

Akhir amal lebih menentukan dibanding awal..

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َإِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِخَوَاتِيْمِهَا

“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada akhirnya..”

(HR Bukhari: 6493, Muslim: 112)

Pemenang sejati adalah ia yang sukses hingga akhir perlombaan bukan sekedar semangat di awal..

Ustadz H Subchansyah [Pipimnan Ponpes Al Marhamah]

4.

BEKASI TOP