Bekasi Online

Pasca Bom Kampung Melayu, Polsek Setu Operasi Handak

Anggota Polsek Setu memeriksa barang bawaan pengendara saat menggelar operasi handak, Minggu 28 Mei 2017 dinihari tadi.[RIK]
POSBEKASI.COM, SETU – Operasi Cipta Kondisi (OCK) dan Operasi Kilat Jaya (OKJ) menggelar operasi bahan peledak (handak) dengan merazia sejumlah kenderaan dan melakukan penggeladahan barang bawaan guna memastikan ada tidaknya handak.

“Operasi handak ini langsung perintah Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat, kepada Kanit Reskrim Iptu Indon Sitorus, dan Kanit Intel Ipda Suroso, memimpin pelaksanaan operasi malam hingga dinihari,” kata Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman, Minggu 28 Mei 2017.

Dikatakannya, operasi handak ini terkait aksi bom bunuh diri di Halte TransJakarta, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu 24 Mei 2017, yang dilakukan dua orang bom bunuh diri yang tewas seketika itu, mengakibatkan tiga angota dari Satuan Shabara Polda Metro Jaya meninggal dunia akibat terkena serpihan ledakan bom.

Ketiga anggota yang meninggal yang sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit itu adalah, Bripda Taufan, Bripda Ridho, dan Bripda Adinata.

Selain tiga polisi yang tewas, juga ada lima anggota polisi lainnya dan dua warga sipil yang menderita luka-luka kini tengah dirawat ke rumah sakit.

Tim operasi ini dibagi dua tim masing-masing beranggotakan ena personel, Team Beat 1 dipimpin Kanit Reskrim Iptu Indon Sitorus, dan Team Beat 2 dipimpin Kanit Intel Ipda Suroso.

Kedua tim tersebut bersebar menyisir wilayah-wilayah rawan kejahatan sampai perbatasan Ciluengsi Bogor, Mustika Jaya Kota Bekasi, dan wilayah hukum Polsek Cikarang Barat.

Sejumlah perumahan juga disisir hingga menjelang sahur tadi pukul 03:30, tim operasi tidak menemukan handak maupun senjata api.

Namun, empat unit sepeda motor dan satu mobil berhasil dijaring. Kenderaan tersebut tidak memiliki kelengkapan surat-surat. “Empat sepeda motor ditilang dan 1 mobil,” katanya.[MIN]

BEKASI TOP