Bekasi Online

Pemkab Karawang Defisit, Ribuan Ruang Kelas Rusak Andalkan DAK dan CSR

Ilustrasi ruang kelas rusak.[IST]
POSBEKASI.COM, KARAWANG – Pemkab Karawang, megalami defisit anggaran 2017, hingga tidak dapat mengalokasikan dana perbaikan ribuan kelas sekolah rusak memerlukan perhatian pemerintah setempat.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. Cece Saripudin, Kamis 18 ei 2017.

Dikatakannnya, tidak bisa alokasi anggaran untuk perbaikan tahun ini dikarenakan Pemkab Karawang  mengalami deficit. “Tahun ini Pemkab Karawang tidak mengalokasikan anggaran APBD untuk pembangunan infrastuktur sekolah, karena alasan defisit anggaran,” katanya.

Sementara, ruang kelas yang mengalami rusak dari data yang diperoleh sesuai dengan hasil survei Disdikpora Karawang mencapai ribuan.

Untuk ruang kelas SD yang rusak terdiri dari 214 ruang kelas rusak sedang dan 677 unit rusak berat, 226 ruang perpustakaan yang rusak 234 ruang guru serta ratusan toilet guru dan siswa mengalami kerusakan.

Sedangkan untuk sekolah tingkat SMP lanjut Cece, 248 ruang kelas yang rusak sedang dan 250 unit ruang kelas yang rusak berat.

Untuk perbaikan ruang kelas yang ruska tersebut, Pemkab Karawang hanya mengandalkan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari pemeritah pusat.

“Tahun ini Karawang mendapatkan DAK sekitar Rp9,5 miliar untuk perbaikan ruang kelas yang rusak. Selain itu, perbaikan ruang sekolah yang rusak akan dilakukan dengan menggunakan anggaran sumbangan dari perusahaan, melalui program CSR,” terngnya.[MET]

BEKASI TOP