![PT Pertiwi Lestari yang mengkliam sebagai lahannya menggusur ratsuan KK.[IST]](https://posbekasi.com/wp-content/uploads/2017/05/PT-Pertiwi-Lestari.jpg)
Hal itu diukatakan Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari, dimana petani korban konflik agraria tersebut akan diberikan tempat tinggal dan lahan garapan baru.
“Ini hasil rapat bersama Pemkab Karawang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Kementerian Lingkungan dan Kehutanan,” kata Ahmad Zamakhsyari, di Karawang, kemaren.
Dikatakannya, 600 KK yang mengklaim sebagai petani korban konflik agraria dengan PT Pertiwi Lestari akan mendapat lahan seluas 18 hektare untuk membangun tempat tinggal dan akan disediakan 500 hektare untuk lahan garapan.
Sedankan untuk lokasi tempat tinggal dan lahan garapan tersebut, Zamakhsyari menuturkan masih diatur oleh pihak kementerian. “Yang pasti lahan untuk para petani tidak akan mengganggu kawasan hutan yang digarap Lembaga Masyarakat Desa Hutan,” terangnya.
Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, berjanji memberikan lahan garapan dan tempat tinggal untuk puluhan petani korban konflik agraria di Teluk Jambe.
Sementara, para petani yang mengklaim sebagai korban konflik agraria dengan perusahaan yang akan membangun kawasan industri, PT Pertiwi Lestari, mengungsi di rumah dinas Bupati Karawang yang sudah hampir dua tahun tidak ditempati Bupati Cellica Nurrachadiana.[MET]

