Bekasi Online

Duh, Istri Walikota Bekasi “Diboikot” Kader Posyandu

Tarian menyambut Ketua Tim PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi, di Kantor Kelurahan Cimuning, Rabu 26 April 2017.[IST]
Tarian menyambut Ketua Tim PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi, di Kantor Kelurahan Cimuning, Rabu 26 April 2017.[IST]
BEKASI (Pos Bekasi) – Ketua Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi, “diboikot” kader Pos Yandu saat hadir di Kantor Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu 26 April 2017.

Kehadiran Ketua Tim PKK itu dalam rangka “Tim Penilai Lima Lomba TP PKK Tingkat Kota Bekasi Tahun 2017” ke Pos Yandu Kartini 016 di Blok H Perumahan Bekasi Timur Regensi.

“Bokiot” yang dilancarkan kader Pos Yandu tersebut dengan cara banyaknya pada kader tidak mau datang (hadir) pada kegiatan istri Walikota Bekasi tersebut dikarenakan hingga sampai saat ini honor kader Pos Yandu tidak kunjung cair.

Seyogyanya, honor kader Pos Yandu cair pada Maret 2017, namun sampai mendekati akhir April ini belum juga cair. Hal itu membuat para kader Pos Yandu yang terdiri dari kaum perempuan atau ibu itu mencapai lebih dari 200 kader di Kelurahan Cimuning kesal.

Pasalnya, kader Pos Yandu tidak mau datang atas undangan yang disampaikan oleh Luran Cimuning Teguh Wicaksono,SE,MM, tertanggal 21 April 2017.

“Aku gak jadi ke Kelurahan, ternyata cuma nyambut bu wali langsung pulang. Males ah, gak banyak yang hadir. Tadi di foto saja Cuma 8 orang kader. Buang-buang waktu.itu mau lomba dong biar keliatan rame. Habis nyambut pulang. Pokoknya yang penting-penting aja dihadirinya. Gaji gak turun-turun sudah di bela-belain,” kata salah seorang kader Pos Yandu yang sempat datang langsung balik pulang.

Begitu pula ibu rumah tangga lainnya yang juga kader Pos Yandu mengungkapkan kekesalannya sehingga banyak kader yang tidak mau datang pada acara yang juga dihadiri Camat Mustika Jaya Aty Rostaty.

“Buat apa datang, kalau cuma buang waktu, tapi kita tidak pernah diperhatikan. Padahal tugas dan kewajiban kader selalu kita bela-belai meninggalkan pekerjaan rumah tangga. Nyatanya, honor yang dijanjikan juga tidak cair smapai hari ini. Seperti mengemis saja kita, kan kita bela atau bantui pemerintah,” ucap kader lain yang minta tidak disebutkan namanya kepada Posbekasi.com.

Sementara, Camat Mustika Jaya dan Lurah Cimuning yang dikonfirmasi Posbekasi.com melalui telepon dan pesan jejering WhatsApp, “kompak” membantah adanya boikot pada acara yang dihadiri istri orang nomor satu di Kota Bekasi ini.

“Haaaaa….. Ada aja bang…. Kegiatan jln lancar ga ada masalah apa”…. Kbr boikot drmna sih….,” tulis Lurah Cimuning teguh Wicaksosno.

Ditanya masalah honor kader Pos Yandu yang tidak kunjung cair, “Walah masalah honor ga ngerti bang…. Ya lgsg aja ke tkt kecmtn…,” jawab Lurah.

“Tp yg jelas acara lancar bang… Kader jg byk yg hadir…. Tambahan bang kalo honor ga ada namanya ditahan kecmtn atau kelurahan… Kan honor lgsg ke rek masing”…”

”Setelah abang koord dg tingkat kecmtn dan BPKAD akan didapat kendalanya dimn… Tp terimakasih bang… Dg begitu ya mudah” honor kader bisa cepet realisasi…Itu bang sebagian photo kegiatan… Di wilayah jg sambutan kader/warga cukup antusias….Jgn krna ada kader yg ga hadir trus bilang giat di boikot… Insya Allah di cimuning lancar aja bang…. Ga ngerti kalo di wilayah lain…”.

“Tp ya itu kalo masalah honor kan ada prosedurnya… Mungkin lg proses aja kali bang… Honor RW/RT aja kan jg baru cair… Jd mgkn emang honor kader lg proses buat pencairan”.

Sementara, Camat Mustika Jaya Aty Rostaty yang dikonfirmasi Posbekasi.com juga membantah ada pemboikotan terhadap kehadiran istri Walikota Bekasi.

“Di boikot apanya. Infonya dri siapa. Kader yg mana… Td acra berjln lncr ga ada apa2… Itupun keterangan dr lurah. Cb tanya lurah lgi. Sy tanya sm ketua pkk kecmtn …g ada mslh. Yg bilang ada boikot siapa. Cb tlp lg p lrh..kr p lrh dr pg sampai siang di lokasi. Sy sholat” tulis Camat Aty.

Sesaat kemudian, Camat Aty lansung menkofirmasi balik melalui sambungan telepon, dengan nada suara tinggi emosional dia tetap membantah ada boikot terhadap istri Walikota.

Tetapi untuk masalah honor kader Pos Yandu yang sampai kini belum cair diakuinya, hal itu kata Camat Aty masih dalam penggodokan kisaran besarnya oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Masih penggodokan di BPKAD, tanyakan saja. Saya mau shalat,” katanya dengan nada tinggi dan langsung memutus hubungan telepon.[HSB]

BEKASI TOP