Bekasi Online

Pemko Belum Beri Sanksi Staf Kelurahan Mustika Jaya yang Di OTT Saber Pungli

Kantor Kelurahan Mustika Jaya.[YAN]
Kantor Kelurahan Mustika Jaya.[YAN]
POSBEKASI.COM – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik Polres Metro Bekasi Kota untuk menjatuhkan sanksi pada L terkait penangkapan staf Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, oleh Tim Satgas Saber Pungli, pada Jumat 3 Maret 2017.

“Secara lisan sudah kita koordinasikan dengan Inspektorat Kota Bekasi, karena ranah hukumnya ditangan kepolisian,” kata Kabid Penilaian Aparatur pada BKPPD Kota Bekasi, Sajekti Rubiah, Minggu 5 Maret 2017.

Seperti diwartakan Posbekasi.com, L ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) diruang kerjanya, Jumat sekatr pukul 10:30.

Tersangka L,51 tahun, yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Bekasi, ternyata ASN (Aparat Sipil Negara) staf Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya.

Saat penangkapan L,49 tahun, warga Kampung Ciketing Asem Jaya, Kelurahan Mustika Jaya, petugas menemukan barang bukti berupa uang Rp18,8 juta dari tangan tersangka serta uang tunai Rp7,3 juta dari dalam lemari kerjanya yang dibungkus dokumen pengurusan tanah.

Dikatakan Dedi, modus yang dilakukan tersangka adalah meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang sedang melakukan Pengurusan akta hibah sebesar Rp7,3 juta.

Kepada Tim Satgas Saber Pungli, L mengaku uang tersebut diperoleh dari orang yang akan mengurus akta jual beli yang masih dalam proses sejak Februari 2017.

Dalam OTT Satgas Saber Pungli itu menyita barang bukti berupa 260 lembar uang pecahan Rp50 ribu, 58 lembar uang pecahan Rp100 ribu, 1 bendel akta jual beli (AJB), tas rangsel, fotokopi KTP atas nama Ibr, fotokopi kartu keluarga atas nama Ibr, fotokopi KK atas nama keluarga IZ, dan fotokopi KTP Is.

Kemudian, petugas membawa L dan barang bukti ke Polres Metro Bekasi Kota. Sementara L dijerat dengan pasal 12 huruf e sub Pasal 11 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.[ZAI]

4.

BEKASI TOP