Bekasi Online

Walikota Bekasi “Arogan” Gunakan Kekuasaan

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.[Dok]
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.[Dok]
POSBEKASI.COM – Direktur Eksekutif dari Central Budget Analysis (CBA) sekaligus Pengamat Politik, Uchok Sky Khadafi, mengatakan terkait dengan perjuangan seorang pegawai BUMD di Kota Bekasi yang memperjuangkan kebersihan kotanya dari pejabat yang tidak jujur patut diacungi jempol.

“Ini tidak profesional tak bisa dibedakan mana urusan internal dan sebagai masyarakat, Perbuatan Walikota ini harus dilawan secara hukum,” tegasnya.

Ketua NCW Syaiful Nazar menilai Walkot Bekasi tidak menghargai Hak asasi seseorang dalam konteks berbangsa dan bernegara meskipun dia orang nomor 1 dikota bekasi. Ini bisa dikategorikan pelanggaran HAM serta memampaatkan kekuasaannya untuk memberangus kebebasan warga negara dalam berpendapat di media dan hukum.

Biarkan saja katanya, hukum yang menguji atas laporan Danulaksana, karena Indonesia negara hukum. Bukan malah memerintahkan Dirut PDAM Tirta Patriot untuk memberhentikan sementara dari pekerjaan.

Menurut isu yang berkembang katanya. seorang pemimpin itu kudu siap dikritik bahkan dilaporkan kepenegak hukum, karena itu bentuk kepedulian pelapor (red-Danu) terhadap kebenaran dugaan ijazah palsu S1,S2 dan S3 Walkot Bekasi Rahmat Effendi terhadap kemajuan  Kota Bekasi untuk kedepan.

“Bersikaplah ksatria dan legowo dengan dinamika yang berkembang akhir-akhir ini, kalau memang dugaan itu tidak benar Walkot Bekasi ga perlu riskan atau kebakaran jenggot dengan laporan yang disangkakan tersebut,” tutupnya.[THM/IDH]

BEKASI TOP