Bekasi Online

Tiga Pilar Setu Melayat Jenazah Danramil Mualaf

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat saat menyampaikan belasungkawa pada istri almarhum Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, Kamis 2 Maret 2017.[HSB]
Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat saat menyampaikan belasungkawa pada istri almarhum Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, Kamis 2 Maret 2017.[HSB]
POSBEKASI.COM – Atas kepergian Kapten Arh Ismail Demonggren bin Napo Demonggreng, yang baru tiga bulan menjabat sebagai Danramil/06 Setu, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, namun telah menempatkan kedekatam sebagai seorang sahabat yang telah lama bagi Tiga Pilar, tokoh agama, serta elemen masyarakat Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Almarhum meninggal dunia pada Rabu 1 Maret 2017, pukul 22:00 itu mengejutkan semua sahabatnya. Tanpa sakit dan masih menjalankan tugasnya pada pagi hingga sore hari keluhan apapun.

“Bapak hanya mengeluh saat kami makan malam berdua di rumah, kemudian bapak tiba-tiba mersakan sesak nafas dan memegang tangan saya terus tidak mau dilepas,” kata istri almarhum, Nurlela kepada Posbekasi.com yang datang ke rumah duka pada Kamis 2 Maret 2017 dinihari.

Nurlela yang dinikahi almarhum pada tahun 1986 itu meninggalkan tiga anak dan dua cucu, setiap harinya berangkat dan pulang kerja dengan sepeda motor menempuh jarah 52 kilometer dari rumahnya di Komplek TNI AD Graha Kartika Indah Blok AT/29, Perumahan Citra Indah, Cileungsi, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Camat Setu M Nabrih Bin Saend menyampaikan belasungkawa pada istri almarhum Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, Kamis 2 Maret 2017.[HSB]
Camat Setu M Nabrih Bin Saend menyampaikan belasungkawa pada istri almarhum Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, Kamis 2 Maret 2017.[HSB]
Diceritakan sang istri yang tidak memiliki firasat dan tanda-tanda apapun, sebelum berangkat ke Markas Koramil/06 Setu, almarhum terlebih mengantar istri istrinya ke Korem di kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi, dengan berboncengan dengan sepeda motor.

“Saya ada kegiatan di Korem, pagi sebelum bapak ke Setu saya diantar dan sore bapak jemput lagi. Kami pulang berboncengan, tidak ada firasat apa-apa. Sampai rumah sudah malam, dan kami makan malam pukul 21.00, saat itu bapak mengeluh sakit dan tidak mau dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Melihat kondisi almarhum mulai tidak sadarkan diri lanjut sang istri, bersama teteangga depan rumah almarhum dibawa ke RSUD Celeungsi. “Setibanya di RSUD dan mendapat penanganan dokter menyebut bahwa bapak sudah tidak ada lagi,” ucap Nurlela sedih menahan isak tangis.

Sementara, pada Kamis pagi ini para sahabat semakin banyak yang datang melayat ke rumah duka.

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat dan para kanit jajaran Polsek Setu, Camat Setu M Nabrih Bin Saend dan staf Kecamatan Setu, para kades, tokoh agaman, toko masyarakat Setu juga datang dan tampak begitu terkejut dan kehilangan seorang sahabat yang baik.

Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman saat melayat jenazaah Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, pada Kamis 2 Maret 2017 dinihari.[HSB]
Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman saat melayat jenazaah Kapten Arh Ismail Demonggren di rumah duka, pada Kamis 2 Maret 2017 dinihari.[HSB]
Almarhum yang meninggalkan dua cucu dari putrinya bernama Golda Indira Cornelia, 25 tahun, dan dua putranya yang masih kuliah di Budi Luhur Bintaro, Fernandes Firdaus,22 tahun, dan Helda Sonya Corolina,18 tahun.

Sedangkan almarhum kelahiran Jayapura tepat pda hari kemerdekaan yakni 17 Agustus 1963 itu merupakan mualaf yang taat. “Bapak memeluk agama Islam sejak kami menikah tahun 1968,” kata Nurlela yang merupakan putri dari Komandan almarhum sewaktu bertugas di Lemjatek Malang.

Almarhum dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Citra Indah, Kampung Ciukuy, Desa Singasari, Cileungsi, dengan upacara militer.[HSB]

BEKASI TOP