Bekasi Online

Polsek Setu Bekali Dasar Kepemimpin Pelajar SMP

Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Dessy Yulhasri bersama pelajar SMPN 5 Setu usai memberikan pembekalan dasar kepemimpinan dan penyuluhan di aula SMPN 5, Desa Ciledug, Sabtu 21 Januari 2017.[RAD]
Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Dessy Yulhasri bersama pelajar SMPN 5 Setu usai memberikan pembekalan dasar kepemimpinan dan penyuluhan di aula SMPN 5, Desa Ciledug, Sabtu 21 Januari 2017.[RAD]
POSBEKASI.COM – Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Dessy Yulhasri, memberikan pembekalan dasar kepemimpinan dan penyuluhan pada pelajar SMPN 5 Setu di aula SMPN 5, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu 21 Januari 2017.

Pembekalan dasar terkait UU ITI dan bahaya narkoba, sedangkan penyuluhan seputar kenakalan remaja, tawuran pelajar, seks bebas yang dapat berakibat buruk pada masa depan generasi bangsa.

“Pembekalan dasar kepemimpinan ini sangat penting bagi pelajar sebagai generasi muda bangsa. Begitu pula penyuluhan yang kita lakukan untuk menjauhkan pelajar dari kenalakan yang menjurus pada perbuatan kriminalitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” terang Iptu Desy di Setu, Sabtu 21 Januari 2017.

Didampingi Binmas Ciledug Aiptu Gigih Pk dan Binmaspol Kertarahayu Aiptu Yulianto, Iptu Desy mengatakan saat ini pengaruh perkembangan teknologi media sosial dan internet menjadi fokus kita bersama karena alat komunikasi yang mudah dimiliki dikalangan pelajar berdampak negatif bila tidak diawasi baik guru, orangtua maupun kita semua.

“Ini perlu menjadi perhatian kita semua, baik orangtua maupun guru dapat mengawasi perkembangan anak dari jangkauan media sosial yang bersifat negatif,” terangnya.

Disampingi itu, dihadapan sekitar 60 pelajar dan para guru SMPN 5 yang mengikuti kegiatan tersebut, Iptu Desy juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas yang digalakkan Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH.

“Para pelajar diimbau menjahukan diri dari perbuatan tercela dan kriminalitas maupun melawan hukum, seperti menjauhi narkoba, pencurian, tawuran, minuman keras, penggunaan media sosial yang mengundang unsur kebencian dan SARA, penyebaran porno grafi dan menghujat yang dapat dikenakan sanksi hukum,” tuturnya.[RAD]

BEKASI TOP