Bekasi Online

Wanita Terapis Panti Pijat Ditikam Pelanggan

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Terapis di panti pijat, Aan Hayati, 38 tahun, tewas dikamar tempat melayani tamu di Panti Pijat Kampung Ceper RT 01/03, Desa Sukaragam, Serangbaru, Kabupaten Bekasi.

Korban diduga dibunuh pelanggannya seorang sekuriti lantaran menolak ajakan berhubungan intim saat dipijat.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Kunto Bagus, mengatakan kasus pembunuhan terapis yang diketahui warga Kebon Jambe, Desa Antajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, dilakukan oleh pelaku yang memaksanya untuk berhubungan badan dengannya.

“Dugaan sementara pembunuhan yang dialami korban karena, korban menolak untuk diajak berhubungan badan dengan pelaku, hingga membuat pelaku jengkel dan menganiayanya dengan menggunakan pisau,” kata AKP Kunto, kemaren.

Menurutnya, usai melampiaskan amarahnya, pelaku yang diduga ingin memperkosa korbannya pun mendapatkan perlawanan. Sehingga akhirnya, pelaku pun semakin marah dan naik pitam sampai menusukan pisaunya berkali-kali ke tubuh korban.

“Setelah menusuk berkali-kali tubuh korban, pelaku pun panic dan berusahan melarikan diri dengan cara tergesah-gesah. Dan akhirnya, meninggalkan beberapa barang miliknya dilokasi untuk dijadikan penyelidikan petugas guna memburunya,” ujarnya.

Dugaannya mengarah kepada seorang pelaku yang bekerja sebagaisecurity sesuai temuan barang bukti diantaranya, sebuah ikat pinggang berlambang keamanan beserta sepasang sepatu petugas keamanan yang ditinggalnya usai bergegas melarikan diri dari lokasi.

Dari keterangan saksi mata yang menemukan korban pertama kali dalam kondisi penuh dengan luka tusuk yakni, pemilik panti pijat, Julianah, 49 tahun. Diketahui juga jika sebelum korban ditemukan tewas, sempat melayani tamu. Saksi ini mengaku mengetahui pada saat korban dan pelaku masuk kamar.

“Dia juga mengaku curiga karena, mereka berdua sangat lama berada di dalam kamar. Dan setelah satu jam lebih, keduanya tidak keluar dari kamar. Saksi pun penasaran, dan mengecek ke dalam hingga akhrinya, terkejut mendapati korban telah terkapar bersimbah darah,” katanya.

Pada saat itu pula, saksi bersama sejumlah warga lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Amanda di dekat lokasi. Namun sayangnya, nyawa korban tidak selamat. Dan akhirnya, guna penyelidikan petugas jasad korban pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dan otopsi.

“Dari hasil identifikasi jasad, korban mengalami luka tusuk dibagian leher, dada, dan tangannya. Dan diduga ada upaya perlawanan dari korban yang hendak dilukai oleh pelaku. Dan saat ini kasusnya pun sedang ditangani oleh tim gabungan dari reskrim Polres dan Polsek Serang.” Ujarnya.[BEN]

BEKASI TOP