Safari Silaturahmi Wawali Sosialisasikan Bekasi Smart City dan POT

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu bersama pelajar dan guru Global Teratai Putih, Selasa 15 Nopember 2016.[ISH]

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu bersama pelajar dan guru Global Teratai Putih, Selasa 15 Nopember 2016.[ISH]

POSBEKASI.COM – Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu terus melakukan sosialisasi semangat Pemkot Bekasi mewujudkan Kota Bekasi Smart City.

Kali ini, Wawali mesosialisasikannya bersamaan dengan safarai silaturahminya ke para siswa dan pengurus yayasan Global Teratai Putih (GTP) di Jalan BKKBN Kecamatan Mustika Jaya, Selasa, 15 Nopember 2016.

Smart city digulirkan melalui banyak program untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. “Kota Bekasi memiliki potensi dari segi jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Problematika yang tengah dihadapi program smart city menjadi salah satu cara menyelesaikan persoalan tersebut agar lebih cepat diatasi,” terang Wawali dihadapan para siswa dan guru GTP.

Diakuinya, untuk mewujudkan Bekasi Smart City dibutuhkan perhatian semua pihak termasuk peran pelajar generasi muda.

Untuk itu lanjutnya, generasi muda juga dituntut lebih giat belajar dan nantinya menghasilkan karya dan inovasi guna mengembangkan smart city kedepan. Hal ini juga sejalan dengan prediksi banyak pakar mengenai bonus demografi atau penduduk berusia produktif antara 18-60 tahun akan lebih banyak di masa akan datang.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu selfie bersama pelajar Global Teratai Putih, Selasa 15 Nopember 2016.[ISH]

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu selfie bersama pelajar Global Teratai Putih, Selasa 15 Nopember 2016.[ISH]

“Para pelajar saat ini dibekali ilmu yang bermanfaat bagi mereka untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pada masa yang akan datang. Pelajar Kota Bekasi harus Kece, Keren dan Cerdas,” katanya.

Persoalan Kota Bekasi lanjut Wawali, kepadatan penduduknya tidak lepas dari berbagai persoalan. Dan Pemkot Bekasi terus berupaya agar persoalan itu bisa diatasi. Seperti mengatasi kemacetan, banjir, persampahan dan kesehatan juga  menjadi bagian dari program smart city.

Program Pengaduan Online Terpadu (POT) berbasis android merupakan ujud dari implementasi menghimpun partisipasi masyarakat dalam perbaikan pelayanan. Nanti aduan masyarakat tersebut segera mendapatkan respon dari satuan kerja terkait.

“Adik-adik pelajar juga bisa memanfaatkan aplikasi sebagai sarana informasi dan pengaduan masyarakat. Mendownloanya lalu registrasi dan bisa dimanfaatkan. Saya harap bisa diajarkan kepada keluarga dan masyarakat lainnya mengenai keberadaan aplikasi pengaduan ini,” harap Wawali.

Usai paparan dari Wawali Ahmad Syaikhu, para pelajar diberi kesempatan bertanya seputar Bekasi Smart City. Dan yang telah bertanya Wawali Ahmad Syaikhu menghadiahi kaos bertuliskan Bekasi Kece.[ISH]

Pin It